LEVEL 1: DASAR - Berpartisipasi dalam Kelompok Kerja
Definisi Level 1
Berpartisipasi dalam kelompok kerja
Pegawai dapat berpartisipasi secara aktif sebagai anggota tim, melaksanakan tugasnya dengan baik, dan mendukung keputusan yang telah dibuat tim.
Indikator Perilaku Level 1
1.1. Berpartisipasi sebagai anggota tim yang baik, melakukan tugasnya, dan mendukung keputusan tim
- Menjalankan tugasnya dengan baik dan profesional sebagai bagian dari tim
- Mendukung keputusan yang telah disepakati tim bersama, meski tidak sepenuhnya setuju
- Berkontribusi pada pencapaian target tim, bukan hanya kepentingan pribadi
- Hadir dan terlibat aktif dalam pertemuan dan kegiatan tim
- Jabatan Tipikal: Pelaksana, Staf
1.2. Mendengarkan dan menghargai masukan dari orang lain dan memberikan usulan bagi kepentingan tim
- Mendengarkan dengan sungguh-sungguh masukan dan ide dari rekan tim
- Menghargai sudut pandang berbeda, tidak menutup diri pada saran
- Memberikan usulan konstruktif yang menguntungkan tim secara keseluruhan
- Tidak menyela atau mendiskriminasi ketika orang lain berbicara
- Sesuai UU No. 20/2023: Nilai Kolaboratif (Pasal 3)
1.3. Mampu menjalin interaksi sosial untuk penyelesaian tugas
- Berinteraksi dengan rekan tim dalam suasana profesional namun santai
- Membangun hubungan kerja yang positif dengan teman sekerja
- Tidak membuat konflik dengan sesama anggota tim
- Terbuka untuk bersosialisasi demi kelancaran pekerjaan
Pembelajaran Level 1:
Level 1 adalah fondasi kerjasama. Setiap pegawai ASN harus dapat menjadi anggota tim yang baik. Tanpa Level 1, tim tidak bisa berfungsi dengan efektif dan kolaborasi akan selalu terganggu.
LEVEL 2: MENENGAH BAWAH - Menumbuhkan Tim Kerja Partisipatif & Efektif
Definisi Level 2
Menumbuhkan tim kerja yang partisipatif dan efektif
Pegawai tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga aktif membantu rekan tim menyelesaikan tugas mereka, berbagi informasi, dan membangun komitmen bersama untuk mencapai sasaran tim.
Indikator Perilaku Level 2
2.1. Membantu orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka untuk mendukung sasaran tim
- Secara sukarela menawarkan bantuan ketika melihat rekan tim kesulitan
- Memberikan dukungan praktis untuk menyelesaikan tugas-tugas yang tidak terselesaikan
- Berbagi beban kerja tanpa diminta, demi kelancaran tim
- Tidak hanya fokus pada pekerjaan pribadi, tapi juga kesuksesan tim
- Jabatan Tipikal: Pengawas Muda, Fungsional Pertama
2.2. Berbagi informasi relevan & mempertimbangkan masukan serta keahlian anggota tim
- Secara aktif berbagi informasi yang bermanfaat dengan rekan tim
- Tidak menahan informasi untuk keuntungan pribadi
- Menghargai keahlian khusus yang dimiliki anggota tim lain
- Bersedia belajar dari orang lain yang lebih ahli dalam bidang tertentu
- Mengakui kontribusi dan keunggulan setiap anggota tim
2.3. Membangun komitmen yang tinggi untuk menyelesaikan tugas tim
- Menunjukkan dedikasi tinggi untuk mencapai target tim
- Tidak mudah menyerah meskipun menghadapi hambatan
- Mempertahankan semangat tim untuk mencapai kesuksesan bersama
- Bersama-sama dengan tim mengevaluasi dan meningkatkan kinerja
Pembelajaran Level 2:
Level 2 adalah level KEPEMIMPINAN INFORMAL. Pegawai mulai mempengaruhi rekan tanpa otoritas formal. Ini penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan kolaboratif.
LEVEL 3: MENENGAH ATAS - Efektif Membangun Tim Kerja
Definisi Level 3
Efektif membangun tim kerja untuk peningkatan kinerja organisasi
Pimpinan tingkat menengah secara strategis membentuk tim yang tepat, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan anggota, serta memfasilitasi kerjasama yang menghasilkan kinerja organisasi yang lebih baik.
Indikator Perilaku Level 3
3.1. Melihat kekuatan & kelemahan anggota tim, membentuk tim yang tepat, dan mencari solusi optimal
- Secara objektif mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan setiap anggota tim
- Menempatkan orang yang tepat di posisi yang sesuai dengan keahlian mereka
- Mengantisipasi kemungkinan hambatan kerja sama dalam tim
- Mencari dan menerapkan solusi yang optimal untuk efektivitas tim
- Jabatan Tipikal: Kepala Bagian, Kepala Seksi
3.2. Mengupayakan pengambilan keputusan berdasarkan usulan anggota & bernegosiasi efektif
- Mengutamakan masukan dan ide dari anggota tim dalam pengambilan keputusan
- Melakukan negosiasi efektif untuk menemukan solusi terbaik yang disepakati bersama
- Tidak mendominasi keputusan, melainkan memfasilitasi proses bersama
- Memastikan setiap anggota merasa didengar dan dihargai kontribusinya
3.3. Membangun aliansi dengan pemangku kepentingan untuk mendukung penyelesaian target kerja
- Membangun hubungan kerja konstruktif dengan unit lain dalam organisasi
- Menciptakan aliansi strategis untuk mendukung pencapaian target tim
- Berkolaborasi lintas fungsi untuk hasil yang lebih optimal
- Sesuai UU 20/2023: Kolaboratif (Pasal 3)
Pembelajaran Level 3:
Level 3 adalah level KEPEMIMPINAN STRATEGIS. Pimpinan tidak hanya mengelola tim, tetapi juga secara strategis membentuk dan mengembangkan tim untuk meningkatkan kinerja organisasi.
LEVEL 4: MADYA - Membangun Komitmen Tim & Sinergi
Definisi Level 4
Membangun komitmen tim, sinergi
Pimpinan senior menciptakan sinergi antar unit kerja, memfasilitasi kepentingan berbeda, dan mengembangkan sistem yang menghargai dan merayakan kerja sama di seluruh organisasi.
Indikator Perilaku Level 4
4.1. Membangun sinergi antar unit kerja di lingkup instansi yang dipimpin
- Secara proaktif memfasilitasi kolaborasi antar unit kerja
- Menghilangkan silo organisasi yang menghambat kerja sama
- Menciptakan forum dan mekanisme untuk pertukaran informasi lintas unit
- Memastikan setiap unit memahami kontribusinya pada tujuan organisasi yang lebih besar
- Jabatan Tipikal: Direktur, Kepala Dinas Besar
4.2. Memfasilitasi kepentingan berbeda dari unit kerja lain sehingga tercipta sinergi
- Memahami kepentingan dan kebutuhan unik setiap unit kerja
- Memfasilitasi dialog konstruktif ketika ada kepentingan yang bertentangan
- Mencari win-win solutions yang menguntungkan semua pihak
- Menyelaraskan kepentingan unit dengan kepentingan organisasi secara keseluruhan
4.3. Mengembangkan sistem yang menghargai kerja sama antar unit & memberikan dukungan
- Merancang sistem reward yang menghargai kolaborasi, bukan kompetisi destructive
- Memberikan dukungan penuh dan semangat untuk memastikan tercapainya sinergi
- Merayakan kesuksesan bersama dan belajar dari kegagalan bersama
- Membangun budaya organisasi yang menempatkan kerjasama di atas ego individual
Pembelajaran Level 4:
Level 4 adalah level TRANSFORMASI ORGANISASI. Pimpinan menciptakan budaya kerjasama yang tertanam dalam DNA organisasi. Ini bukan hanya tentang individual atau unit, tetapi tentang sinergi organisasi.
LEVEL 5: UTAMA - Menciptakan Kerjasama Konsisten Nasional
Definisi Level 5
Menciptakan situasi kerja sama secara konsisten, baik di dalam maupun di luar instansi
Pimpinan tertinggi menciptakan hubungan kerja konstruktif dengan menerapkan nilai-nilai kerja yang baik, menjaga sinergi dengan pemangku kepentingan internal dan eksternal, dan membangun konsensus untuk tujuan bangsa dan negara.
Indikator Perilaku Level 5
5.1. Menciptakan hubungan kerja konstruktif dengan menerapkan norma & nilai-nilai kerja yang baik
- Menerapkan etos kerja dan nilai-nilai kerja yang baik di seluruh organisasi
- Membangun reputasi organisasi sebagai mitra kerja yang handal dan profesional
- Meningkatkan produktivitas organisasi melalui hubungan kerja yang konstruktif
- Menjadi panutan bagi organisasi lain dalam membangun budaya kerjasama
- Jabatan Tipikal: Dirjen, Deputi, Menteri
5.2. Secara konsisten menjaga sinergi agar pemangku kepentingan dapat bekerja sama
- Mempertahankan hubungan kerja yang konsisten dengan stakeholder internal dan eksternal
- Secara proaktif menjaga komunikasi terbuka dengan berbagai pemangku kepentingan
- Mengantisipasi dan mengatasi potensi konflik sebelum menjadi masalah besar
- Memastikan sinergi tetap terjaga dalam jangka panjang
5.3. Membangun konsensus untuk menggabungkan sumber daya dari berbagai pemangku kepentingan
- Memfasilitasi dialog strategis dengan berbagai pemangku kepentingan nasional
- Membangun kesepakatan bersama untuk tujuan yang lebih besar (bangsa dan negara)
- Mengkoordinasikan sumber daya dari berbagai organisasi untuk mencapai tujuan bersama
- Menjadi katalis perubahan positif melalui kerjasama lintas institusional
- Sesuai UU 20/2023: Kolaboratif Nasional (Pasal 3)
Pembelajaran Level 5:
Level 5 adalah level KEPEMIMPINAN NASIONAL. Pimpinan tertinggi tidak hanya membangun kerjasama dalam organisasi, tetapi juga menciptakan kerjasama strategis dengan organisasi lain untuk mencapai tujuan bangsa dan negara.
Perbandingan 5 Level Kerjasama & Jabatan
| Level |
Deskripsi |
Jabatan Tipikal |
Fokus Utama |
| Level 1 |
Berpartisipasi dalam Kelompok Kerja |
Pelaksana, Staf |
Menjadi anggota tim yang baik |
| Level 2 |
Menumbuhkan Tim Partisipatif & Efektif |
Pengawas Muda, Fungsional Pertama |
Membantu rekan & berbagi informasi |
| Level 3 |
Efektif Membangun Tim Kerja |
Kepala Bagian, Kepala Seksi |
Membentuk & mengelola tim strategis |
| Level 4 |
Membangun Komitmen & Sinergi |
Direktur, Kepala Dinas |
Sinergi antar unit organisasi |
| Level 5 |
Kerjasama Konsisten Nasional |
Dirjen, Deputi, Menteri |
Kerjasama lintas institusional nasional |
Integrasi dengan UU No. 20 Tahun 2023
Kompetensi Kerjasama & Nilai Kolaboratif ASN
Menurut UU No. 20 Tahun 2023, kerjasama adalah manifestasi dari nilai dasar ASN yang "Kolaboratif" - membangun kerja sama yang sinergis:
- Kolaboratif: Kerja sama sejati membutuhkan keterampilan kerjasama di semua level (M.02)
- Harmonis: Hubungan yang harmonis dibangun melalui kerjasama yang baik
- Kompeten: Kerjasama menghasilkan pencapaian yang lebih besar daripada usaha individual
- Berorientasi Pelayanan: Pelayanan publik yang baik memerlukan kerjasama antar unit dan lintas instansi
Kesimpulan:
Kompetensi M.02 Kerjasama adalah kompetensi manajerial fundamental yang berlaku untuk SEMUA ASN. Semakin tinggi level, semakin luas jangkauan kerjasama - dari tim kecil hingga kerjasama nasional. Kerjasama yang efektif adalah kunci kesuksesan organisasi dan pelayanan publik yang berkualitas.