SIMULATOR EDUKASI β€’ GUIDELINE-BASED 2025–2026

ACLS Interactive Indonesia

Latih pengambilan keputusan pada henti jantung, bradikardia, takikardia, syok, sindrom koroner akut, edema paru akut, dan perawatan pasca-ROSC dengan alur interaktif, timer, serta log tindakan.

⚑ Algoritma interaktif ⏱ Timer CPR πŸ’‰ Timer obat 🧠 Mega Code
Untuk pendidikan dan simulasi. Alat ini bukan pengganti pelatihan ACLS tersertifikasi, penilaian klinis, protokol rumah sakit, atau petunjuk perangkat defibrillator. Gunakan sumber resmi dan kebijakan lokal pada pelayanan pasien nyata.
Pilih modul

Mulai dari skenario yang ingin dilatih

CPR TIMER
02:00

Target kompresi 100–120/menit, kedalaman minimal 5 cm, recoil penuh, interupsi minimal.

CODE STATUS
Siklus CPR0
Shock0
Epinefrin0
Algoritma 1

Henti Jantung Dewasa

Cardiac Arrest
Peta Algoritma Henti JantungRingkasan visual. Gunakan alur interaktif di bawah untuk latihan langkah demi langkah.
Mulai CPR berkualitas tinggiBag-mask + Oβ‚‚, pasang monitor/defibrillator.
Irama dapat dikejutkan?Identifikasi VF/pVT atau PEA/asistol.
YA Β· VF / pVT
DefibrilasiSegera lanjutkan CPR 2 menit.
CPR + terapi obatIV/IO; epinefrin tiap 3–5 menit. Pada VF/pVT refrakter pertimbangkan amiodaron atau lidokain.
Evaluasi irama & H/TUlangi siklus, minimalkan interupsi kompresi.
TIDAK Β· PEA / ASISTOL
Epinefrin secepat mungkinLanjutkan CPR 2 menit dan dapatkan akses IV/IO.
Cari penyebab reversibelHipovolemia, hipoksia, asidosis, K⁺, hipotermia, tension pneumothorax, tamponade, toksin, trombosis.
Evaluasi irama ulangBila menjadi shockable, berpindah ke jalur defibrilasi.
ROSC tercapai?Jika ya, lanjut ke perawatan pasca-henti jantung.
1

Mulai resusitasi berkualitas tinggi

  • Mulai CPR, ventilasi bag-mask dan oksigen.
  • Pasang monitor/defibrillator.
  • Dapatkan akses IV/IO tanpa mengganggu kompresi.
Algoritma 2

Bradikardia dengan Nadi

HR biasanya <50/menit
Peta Algoritma BradikardiaFokus pada gejala dan compromise kardiopulmoner, bukan angka denyut semata.
Nilai kondisi klinisBradikardia biasanya HR <50/menit bila sesuai konteks.
Ada compromise?Hipotensi, perubahan kesadaran, syok, nyeri dada iskemik, atau gagal jantung akut.
TIDAK
Cari & tangani penyebabDukung ABC, pertimbangkan Oβ‚‚, EKG 12 sadapan, observasi.
YA
Atropin 1 mg IVUlang tiap 3–5 menit, maksimum total 3 mg.
Jika tidak efektifTranscutaneous pacing dan/atau infus dopamin atau epinefrin. Pertimbangkan konsultasi ahli dan pacing transvena.
Atropin1 mg IV bolusUlang tiap 3–5 menit, maksimum 3 mg.
Dopamin5–20 mcg/kg/menitTitrasi sesuai respons.
Epinefrin2–10 mcg/menitInfus, titrasi sesuai respons.
PacingTranskutanPertimbangkan bila atropin tidak efektif.
Algoritma 3

Takikardia dengan Nadi

HR biasanya β‰₯150/menit
Peta Algoritma TakikardiaNilai apakah takikardia menyebabkan instabilitas, lalu gunakan lebar QRS dan keteraturan irama untuk menentukan jalur.
Assessment & supportAirway, breathing, Oβ‚‚ bila hipoksemia, monitor, BP/SpOβ‚‚, IV, EKG 12 sadapan.
Takikardia menyebabkan instabilitas?Hipotensi, perubahan kesadaran, syok, nyeri dada iskemik, atau gagal jantung akut.
YA
Kardioversi tersinkronisasiSedasi bila memungkinkan. Pada narrow regular dapat mempertimbangkan adenosin.
TIDAK
QRS lebar β‰₯0,12 detik?Lebar: adenosin hanya bila reguler monomorfik, infus antiaritmia, konsultasi ahli. Sempit: vagal/adenosin bila reguler, pertimbangkan Ξ²-blocker atau calcium-channel blocker.
Adenosin6 mg rapid IVJika perlu dosis kedua 12 mg. Gunakan pada irama yang sesuai.
Procainamide20–50 mg/menitMaksimum 17 mg/kg; hindari pada QT panjang atau CHF.
Amiodaron150 mg / 10 menitDapat diulang bila VT berulang, lalu maintenance.
Kardioversi sinkronEnergi sesuai iramaAF/flutter 200 J; narrow regular 100 J; monomorphic VT 100 J pada rekomendasi AHA 2025.
Algoritma 4

Perawatan Pasca-ROSC

ROSC
Peta Perawatan Pasca-ROSCStabilisasi awal dilanjutkan evaluasi etiologi, neurologi, dan critical care.
1AirwayNilai dan konfirmasi advanced airway bila diperlukan.
2Oksigen & ventilasiSetelah pengukuran andal: SpOβ‚‚ 90–98%; PCOβ‚‚ 35–45 mmHg.
3HemodinamikHindari hipotensi; target MAP β‰₯65 mmHg.
4Diagnostik diniEKG 12 sadapan; pertimbangkan CT/US sesuai indikasi.
5Kontrol suhuBila tidak mengikuti perintah, gunakan strategi kontrol suhu sesuai protokol.
6NeurologiEvaluasi kejang/EEG dan prognostikasi multimodal pada waktu yang tepat.
1

Airway

Evaluasi jalan napas. Pasang atau tukar advanced airway bila diperlukan dan konfirmasi posisi.

2

Oksigenasi & Ventilasi

Gunakan 100% Oβ‚‚ sampai SpOβ‚‚/PaOβ‚‚ dapat dinilai andal, lalu target SpOβ‚‚ 90–98%. Target PaCOβ‚‚ umumnya 35–45 mmHg.

3

Hemodinamik

Hindari hipotensi. Target MAP minimal 65 mmHg dengan cairan dan/atau vasopresor sesuai kebutuhan.

4

Diagnostik Dini

Rekam EKG 12 sadapan. Pertimbangkan CT, ultrasonografi atau ekokardiografi untuk mencari etiologi dan komplikasi.

5

Kontrol Suhu

Bila tidak mengikuti perintah verbal, gunakan strategi kontrol suhu protokol dengan target 32–37,5Β°C. Pertahankan sedikitnya 36 jam.

6

Neurologi & Kejang

Evaluasi kejang klinis dan EEG pada pasien yang tidak mengikuti perintah. Prognostikasi menggunakan pendekatan multimodal dan ditunda.

Checklist Pasca-ROSC

Algoritma 5

Tatalaksana Syok

Circulatory Shock
Peta Cepat Tatalaksana SyokKenali hipoperfusi lebih dulu, kemudian tentukan fenotipe dan terapi penyebab.
Curiga syok / hipoperfusi?Hipotensi tidak wajib ada. Nilai kesadaran, perfusi perifer, diuresis, laktat, MAP dan tren klinis.
Stabilisasi dan assessment cepatABC, monitor, akses IV/IO, EKG, laboratorium termasuk laktat; gunakan echo/POCUS bila tersedia.
πŸ’§HipovolemikJVP rendah, paru relatif bersih, riwayat kehilangan cairan/darah.Cairan/darah terarah + kontrol sumber.
πŸ”₯DistributifVasodilatasi; kulit dapat hangat pada fase awal. Cari sepsis/anafilaksis.Terapi penyebab + resusitasi cairan terukur + vasopresor bila perlu.
πŸ«€KardiogenikKongesti paru/JVP tinggi, kulit dingin, low-output; sering terkait ACS/HF.Hindari overload; dukung perfusi dan aktifkan shock/cath team sesuai etiologi.
🚧ObstruktifPE masif, tension pneumothorax, tamponade; sering JVP tinggi dengan pola spesifik.Relief obstruksi definitif secepat mungkin.

Penilaian Syok Cepat

Masukkan temuan bedside untuk latihan pengenalan fenotipe. Hasil bukan diagnosis otomatis.

Khusus dugaan syok kardiogenik:2025 ACC Clinical Guidance menekankan pengenalan dini, ECG 12 sadapan, foto toraks, biomarker/laktat, serta TTE/POCUS secepat mungkin bila tersedia. Pertimbangkan shock team dan pemantauan hemodinamik pada kasus yang sesuai.
Algoritma 6

Sindrom Koroner Akut

ACS 2025
Peta Cepat Sindrom Koroner AkutFokus pada pengenalan cepat, stratifikasi ECG/troponin, antitrombotik, dan reperfusi/invasive strategy.
1Stabilisasi awalABC, tanda vital, monitor, IV. Oksigen tidak rutin bila tidak hipoksemik.
2ECG 12 sadapanIdentifikasi elevasi ST/pola iskemik dan ulangi ECG bila gejala berlanjut atau temuan awal nondiagnostik.
3Troponin & diagnosisGunakan serial high-sensitivity troponin sesuai pathway lokal bersama gejala dan ECG.
4Terapi antitrombotikAspirin dan strategi antiplatelet/antikoagulan sesuai diagnosis, risiko perdarahan, dan rencana invasif.
5Reperfusi / invasifSTEMI: aktifkan jalur reperfusi segera. NSTE-ACS berisiko tinggi: strategi invasif sesuai stratifikasi.
6KomplikasiSyok, edema paru, aritmia, nyeri persisten dan instabilitas meningkatkan urgensi.

ACS Decision Trainer

Prinsip penting:Jangan gunakan singkatan lama β€œMONA” sebagai urutan otomatis. Oksigen diberikan bila ada hipoksemia/indikasi; nitrat harus mempertimbangkan tekanan darah dan kontraindikasi; strategi antiplatelet dan reperfusi mengikuti diagnosis serta protokol jejaring setempat.
Algoritma 7

Edema Paru Akut

Acute Pulmonary Oedema
Peta Cepat Edema Paru AkutBedakan masalah respirasi-kongesti dengan hipotensi/hipoperfusi yang mengarah ke syok kardiogenik.
Nilai distress & hipoksemiaPosisi, monitor, SpOβ‚‚, RR, kerja napas, gas darah bila diperlukan. Oksigen bila hipoksemik.
Distress respirasi berat?Pertimbangkan NIV/CPAP/BiPAP dini bila sesuai; intubasi bila gagal napas progresif atau airway tidak terlindungi.
SBP tinggi / afterload dominanDiuretik IV bila kongesti + pertimbangkan vasodilator IV bila tidak ada kontraindikasi dan tekanan darah memadai.
Normotensif / kongestiDiuretik IV dan evaluasi respons; cari pencetus seperti ACS, aritmia, infeksi, hipertensi.
Hipotensi / hipoperfusiJangan agresif menurunkan preload/afterload. Perlakukan sebagai low-output/cardiogenic shock dan eskalasi critical care.

Acute Pulmonary Oedema Decision Trainer

Catatan:Oksigen tidak diberikan rutin pada pasien yang tidak hipoksemik. NIV diprioritaskan pada distress respirasi yang sesuai. Diuretik IV digunakan bila ada overload/kongesti; vasodilator lebih cocok pada tekanan darah memadai/tinggi. Hipotensi dengan hipoperfusi mengubah jalur menjadi syok kardiogenik.
Simulator

ACLS Mega Code

Adaptive Challenge

Mega Code terintegrasi dengan monitor multiparameter dan perjalanan pasien yang berubah dari satu algoritma ke algoritma lain. Setiap skenario memerlukan sedikitnya 10 keputusan klinis sebelum debrief; diagnosis dan nama irama tetap disembunyikan selama simulasi.

πŸ”€ Beberapa algoritma dalam satu perjalanan pasien πŸ“Ÿ ECG + pleth + capnografi tersinkron 🧠 Minimal 10 keputusan klinis 🎯 6 pilihan kontekstual per keputusan ⚠️ Kondisi pasien berubah antar-tahap 🧾 Debrief lengkap di akhir
Sumber

Referensi Klinis Utama

Catatan hak cipta: plugin ini menggunakan tata letak dan visual original. Isi klinis diringkas dari guideline publik dan tidak mereproduksi diagram resmi AHA.