Diagnosis banding gangguan asam-basa cukup luas (Tabel 1) akan tetapi dapat disusun menjadi 4 kondisi utama tanpa memperhatikan kelainan primer, yaitu:
| Tabel 1 Diagnosis primer gangguan asam-basa | ||
| Asidosis pH < 7,4 | ||
| Asidosis Metabolik HCO3− < 24 mEq/L | Asidosis Respiratorik PaCO2 > 40 mmHg | |
| Anion gap | Non anion gap | |
| Ketoasidosis
· Diabetik · Alkaholik · Low intake |
Diare
Anhidrase karbonik inhibitor Dilusional Baca Juga FINER Dalam Penelitian
Gagal ginjal awal |
Penyakit paru (paling umum)
PPOK Asma Baca Juga OSCE – Informasi Terlengkap
Edema Paru Pneumonia |
| Asidosis laktat
· Hipoksia · Syok: septik, hipovolemik, kardiogenik, anafilaktik · CO atau sianida Keracunan · Obstruksi regional aliran darah · kejang |
Penyakit pleura
· efusi · pneumotoraks Penyakit neuromuskular · Otak: stroke, intoksikasi Sleep apnea · Korda spinalis: Trauma, ALS, polio · Saraf: SGB · Neuromuskular junction: Myastenia gravis · Dinding dada: flail chest, distrofi muskular |
|
| Uremia | ||
| Toksin dan lainnya
· Salisilat · Matanol · Etilen glikol · Rabdhomiolisis · Asidosis D-laktat |
||
| Alkalosis pH > 7,4 | ||
| Alkalosis metabolik HCO3− > 24 mEq/L | Asidosis Respiratorik PaCO2 < 40 mmHg | |
| Muntah atau drainase nasogastrik | Hipoksemia | |
| Diuretik
Hipokalemia Peningkatan aktivitas mineralkortikoid · Primer (hiperaldosteronisme) · Hiperkortisolisme · Menelan likorise berlebihan |
Gangguan pulmoner
· Pneumonia · Asma · Edema paru · Emboli paru · Penyakit paru interstitial · Ventilasi mekanik |
|
| Gangguan eksrapulmoner
· Ansietas · Nyeri · Demam · Kehamilan · Keterlibatan sistem saraf pusat · Obat-obatan · Sirosis |
||
Fitur penting yang dapat klinis gunakan untuk memperkecil kemungkinan diagnosis gangguan asam-basa menjadi sedikit dan merupakan salah satu dari empat kondisi di atas adalah yang pertama sekali evaluasi pH lalu HCO3– dan PaCO2.

Diagnosis banding gangguan asam-basa khususnya asidosis metabolik cukup banyak akan tetapi dapat dipersempit berdasarkan anion gap apakah normal atau meningkat. Anion gap merupakan estimasi anion yang tidak terukur. Asidosis metabolik dapat disebabkan proses yang memproduksi asam (misalnya, ketoid, asam laktat, sulfat, fosfat, atau asam organik lainnya) atau disebabkan oleh proses hilangnya HCO3− melalui urin atau feses (misalnya, diare). Proses-proses yang menghasilkan asam juga berhubungan dengan anion yang tidak terukur sehingga menyebabkan peningkatan anion gap.
Setelah memilih gangguan asam-basa primer berdasarkan langkah-langkah di atas, maka selanjutnya membatasi diagnosis banding berdasarkan Tabel 1 dan kemudian kembangkan kemungkinan diagnosis berdasarkan hasil anamnesis (faktor demografis, faktor risiko, gejala dan tanda terkait penyakit). Informasi ini juga memungkinkan klinisi untuk membuat peringkat diagnosis berdasarkan gangguan asam-basa primer dan kemudian menentukan strategi pemeriksaan tambahan yang mendukung.
Simpulkan informasi klinis dan laboratorium untuk menuntukan diagnosis kerja
Selalu cek anion gap. Peningkatan anion gap menunjukkan suatu asidosis metabolik dengan anion gap bahkan ketika nilai HCO3− dalam batas normal
| Tabel 2 Kompensasi pada gangguan asam-basa | ||
| Gangguan primer | Durasi | Kompensasi yang diharapkan |
| Asidosis metabolik | Akut/kronik | PaCO2 ↓ 1,2 mmHg setiap 1 mEq/L ↓ HCO3−
(untuk PaCO2 minimal sekitar 10-15 mmHg) |
| Alkalosis metabolik | Akut/kronik | PaCO2 ↑ 0,7 mmHg untuk 1 mEq/L ↑ HCO3− |
| Asidosis respiratorik | Akut | HCO3− ↑ 1 mEq/L untuk 10 mmHg ↑ PaCO2 |
| Kronik | HCO3− ↑ 4,0 mEq/L untuk 10 mmHg ↑ PaCO2 | |
| Alkalosis respiratorik | Akut | HCO3− ↑ 2 mEq/L untuk 10 mmHg ↓ PaCO2 |
| Kronik | HCO3− ↑ 4 mEq/L untuk 10 mmHg ↓ PaCO2 | |
Untuk langkah mudahnya anda dapat menggunakan algoritma diagnosis gangguan asam-basa pada link berikut ini.
Asidosis Metabolik: Algoritma Klinis dengan Pendekatan Diagnosis
Referensi: