[av_textblock size=” font_color=” color=”]
Resusitasi cairan bertujuan untuk memulihkan dan mempertahankan volume intravaskular agar tercapai perfusi jaringan yang memadai sebagai bagian dari strategi resusitasi hemodinamik kompleks pada pasien yang menunjukkan tanda-tanda dekompensasi kardiovaskular.
Cairan yang digunakan untuk resusitasi dapat dikategorikan sebagai cairan kristaloid atau koloid berdasarkan konten molekul serta diperlakukan dan digunakan seperti obat intravena lainnya.
[/av_textblock]
[av_image src=’http://pengejarjasputih.com/wp-content/uploads/2016/12/ebm-300×52.png’ attachment=’436′ attachment_size=’medium’ align=’center’ styling=” hover=” link=” target=” caption=’yes’ font_size=” appearance=’on-hover’ overlay_opacity=’0.4′ overlay_color=’#000000′ overlay_text_color=’#ffffff’ animation=’no-animation’]
Resusitasi
[/av_image]
[av_tab_container position=’sidebar_tab sidebar_tab_left’ boxed=’border_tabs’ initial=’1′]
[av_tab title=’Update 1′ icon_select=’no’ icon=’ue800′ font=’entypo-fontello’]
Review dari manajemen cairan pada pasien dengan sakit kritis.
[/av_tab]
[av_tab title=’Update 2′ icon_select=’no’ icon=’ue800′ font=’entypo-fontello’]
Pedoman Eropa pada manajemen pendarahan dan koagulopati akibat trauma: Edisi keempat.
[/av_tab]
[av_tab title=’Update 3′ icon_select=’no’ icon=’ue800′ font=’entypo-fontello’]
Koloid dapat meningkatkan risiko cedera ginjal akut dan terapi pengganti ginjal, tetapi mungkin tidak meningkatkan mortalitas dibandingkan dengan kristaloid pada pasien yang membutuhkan penggantian volume vaskular.
[/av_tab]
[/av_tab_container]