8 Fakta Mengejutkan Tentang Mata

  1. Mengapa Kita Melihat dalam Bentuk 3D

Melihat dalam bentuk tiga dimensi akan membantu seseorang terkait dengan kedalaman persepsi. Setiap mata memandang suatu objek dari sudut yang sedikit berbeda. Perbedaan sudut ini disebut sebagai “disparitas binokular” yang membantu otak untuk mengukur kedalaman suatu objek. Disparitas binokular penting tetapi bukan satu-satunya cara untuk melihat dunia dalam bentuk 3D.

Fenomena paralaks adalah perbedaan kecepatan di mana hal-hal bergerak saat Anda melewati mereka dan merupakan fenomena yang paling penting saat mengemudi: pohon yang dekat akan segera tidak terlihat, sementara menara radio yang jauh seolah-olah bergerak dengan kecepatan siput. Cara lain untuk menghitung berbagai obyek termasuk ukuran mereka, mampu melihat lebih detail pada objek lebih dekat, garis paralel yang muncul akan berkumpul, dan saling berhubungan satu sama lain.

 

  1. Warna yang tidak dapat mata kita lihat

mata

Ada warna yang tidak dapat manusia lihat. Bukan karena seseorang manusia mengalami buta warna. Hal ini dialami semua orang dengan mata yang sehat. Warna ini biasa disebut sebagai “warna terlarang,”. Warna terlarang adalah warna dengan dua kontras warna yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang karena mereka membatalkan frekuensi masing-masing. Warna tersebut adalah merah-hijau dan kuning-biru.

Sel-sel retina yang sama akan aktif ketika kita melihat sesuatu berwarna merah juga menonaktifkan kehadiran warna hijau.  Akan tetapi hal ini akan diterjemahkan sebagai hijau di otak. Mereka berdua tidak bisa terjadi pada waktu yang sama dan dengan demikian tidak dapat dirasakan bersama-sama sebagai warna tunggal. Hal yang sama terjadi dengan kuning dan biru.

Para peneliti terbagi menjadi dua kubu. Ada orang-orang yang percaya warna terlarang dapat diproduksi dan dilihat oleh manusia selama percobaan gambar tertentu. Tetapi yang lain berpendapat hasilnya akan memberikan warna dengan nuansa menengah yang belum disebutkan namanya dari warna yang dikenal tapi tidak mempercayai adanya warna terlarang.

 

  1. Wanita Pelangi

Beberapa wanita bisa melihat warna yang lebih banyak dibandingkan pria dan bukan hanya warna tambahan di sini atau di sana tetapi juga terkait dengan kepekaan warna yang kebanyakan dari kita bahkan tidak bisa memahami. Hal ini disebut sebagai “tetrachromat”, mereka dapat melihat warna yang hidup di mana orang lain hanya melihat warna monoton. Hal ini adalah dunia pelangi literal, dan tampaknya menjadi salah satu hal yang ekslusif bagi wanita.

Setiap orang memiliki tiga jenis sel kerucut di mata mereka dan masing-masing membaca cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda. Mereka menggabungkan frekuensi untuk mengenali suatu warna individu. Kerucut ekstra akan menambahkan ratusan kombinasi dan satu set ekstra besar warna. Diperkirakan bahwa sekitar 12 persen wanita mungkin memiliki kerucut tambahan, tapi tidak semua dari mereka adalah “tetrachromat”. Karena kondisi genetik ini masih banyak yang tidak diketahui, mereka jarang percaya setiap kali mereka mencoba untuk berbagi pandangan pelangi mereka.

 

  1. Orang Cina dengan Mata Biru

    mata

Seorang anak Cina bermata biru langit diduga dapat melihat dan menulis dalam kegelapan. Menurut guru “Nong Yousui” dan wartawan yang mengujinya, dia bisa menyelesaikan kuesioner dalam gelap, dan ketika diperiksa oleh senter, matanya  berwarna hijau menyala. Pada malam hari, mata kucing memantulkan cahaya dengan cara yang sama. Hal ini membuat sebagian orang percaya bahwa Nong dilahirkan dengan mutasi yang luar biasa: night vision yang belum pernah terlihat pada manusia. Jika ia benar-benar memiliki mata kucing, efek lampu kilat harus muncul pada video namun nyatanya tidak tidak.

Selain itu, para ilmuwan menolak gagasan tersebut. Setiap mutasi pada kaliber ini tidak terjadi dalam semalam. Meskipun kemampuan luar biasa Nong akan masuk akal jika matanya memiliki reseptor cahaya tambahan, semuanya juga bisa menjadi palsu. Di sisi lain, mengingat rasnya, mata biru pada seorang anak ras Cina tetap memikat. Hal ini dipercayai ilmuan sebagai sesuatu yang dapat menjadi salah bentuk albinisme.

Pages: 1 2Show All

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terkait

Lahir di Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, 29 Oktober 1992. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di kota kelahiran lalu menyelesaikan pendidikan tingginya pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. dr. Rifan mendapatkan medali Emas pada Olimpiade Kedokteran Regional Sumatera Pertama untuk cabang Kardiovaskular-Respirologi dan menghantarkan dirinya menjadi Peringkat 1 Mahasiswa Berprestasi Universitas Syiah Kuala pada tahun 2013. Pada tahun 2014, ia mendapatkan penghargaan Peringkat 1 Mahasiswa Kedokteran Berprestasi Se-Sumatera dari ISMKI Wilayah I. Di tahun 2019, dr. Rifan mendapatkan penghargaan peserta terbaik 1 dalam Latihan Dasar CPNS Angkatan 3 Tahun 2019 di LPMP Sumatera Utara. dr. Rifan juga mendapat penghargaan peserta terbaik 1 dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan 4 tahun 2024 di PPSDM Kemendagri Regional Bukittinggi. Proyek Aksi Perubahan Kinerja Organisasi dr. Rifan pada PKA tersebut yang berjudul Departemen Pengalaman Pasien RSUD Aek Kanopan (DEPAN RS) juga mendapat peringkat 1 Lomba Inovasi OPD Tingkat Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2025. dr. Rifan terpilih untuk mengikuti pelatihan Reformers Academy Batch 2 dari Lembaga Administrasi Negara dan KTM Solusions. Selain itu, dr. Rifan juga aktif menulis artikel kedokteran dan kesehatan baik pada situs pribadi drrifan.id dan beberapa situs lainnya. Di samping itu beliau juga sedang mengembangkan beberapa pelatihan yaitu Pelatihan Teknik Belajar dan Public Speaking untuk Pelayanan Kesehatan Prima (Public Speaking for Healthcare Service Excellent).