Anemia dapat menjadi entitas yang berdiri sendiri atau sebagai suatu konsekuensi dari proses yang menyebabkan pansitopenia (penurunan kadar 3 jenis sel darah [leukosit, trombosit, dan eritrosit]). Langkah awal untuk menentukan penyebab kondisi ini adalah dengan mengidentifikasi mekanisme umum dan mekanisme yang mendasari berdasarkan kerangka patofisiologi, berupa:
Pasien dengan kecurigaan anemia harus selalu dilakukan penilaian terkait gejala dan tanda perdarahan akut.

Setelah mengeksklusikan perdarahan akut, langkah penting selanjutnya adalah membedakan penurunan produksi dari hemolisis dengan menghitung kadar retikulosit:
Langkah awal untuk mengevaluasi anemia adalah menilai apakah terdapat perdarahan akut dan memeriksa RPI pada pasien yang tidak mengalami perdarahan akut
Setelah menentukan mekanisme umum, langkah selanjutnya untuk mendiagnosis penyebab anemia adalah menentukan penyebab penurunan produksi atau peningkatan produksi. Secara klasik, diagnosis banding untuk anemia yang terjadi karena penurunan produksi dibatasi dengan menggunakan ukuran sel eritrosit. Meskipun cara ini berguna untuk mengelompokkan diagnosis banding dan mungkin memberikan petunjuk penting, akan tetapi sangat penting untuk mengingat bahwa mean corpuscular volume (MCV) tidak spesifik dan tidak digunakan untuk menegakkan penyebab spesifik dari anemia.
Gunakan MCV untuk menyusun pola pikir, tidak untuk mendiagnosis penyebab anemia
mikrositik (MCV < 80 µm3)
makrositik (MCV > 100 µm3)
normositik
Diagnosis banding untuk anemia hemolitik berdasarkan patofisiologi antara lain:
Hitung darah lengkap dilakukan jika pasien dianggap mengalami anemia, bahkan tanpa pemeriksaan fisik yang mengarah kepada anemia, atau jika tampak konjungtiva atau telapak tangan pucat.
Referensi: