Anak tiba-tiba demam tinggi, lalu muncul ruam merah di tubuhnya. Kepanikan orang tua langsung muncul: “Ini campak atau bukan?” Wajar. Tapi tidak semua ruam merah adalah campak. Ada setidaknya lima penyakit lain yang juga menyebabkan ruam merah pada anak dan penampilannya bisa sangat mirip jika tidak tahu apa yang harus dicari.

Artikel ini saya tulis khusus untuk membantu orang tua membedakan campak dari penyakit ruam merah lainnya secara praktis, berdasarkan gejala yang bisa diamati langsung di rumah sebelum membawa anak ke dokter.

Karena penanganannya berbeda.
Campak memerlukan isolasi ketat karena sangat mudah menular. DBD memerlukan pemantauan trombosit dan tanda perdarahan. Cacar air memerlukan penghindaran kontak dengan ibu hamil dan orang imunokompromais. Jika orang tua salah mengira, penanganan bisa terlambat atau keliru.
Mengenali perbedaan ini juga membantu dokter bekerja lebih cepat, karena informasi yang Anda berikan akan sangat membantu dalam menegakkan diagnosis.
Penyebab: Virus campak (Measles morbillivirus)

Gejala khas yang membedakan campak dari yang lain:
Demam sangat tinggi (bisa mencapai 40 derajat C), muncul lebih dulu sebelum ruam
Tiga serangkai khas: batuk kering, pilek, dan mata merah (konjungtivitis) muncul bersamaan
Bercak Koplik: bercak putih kecil seperti butiran garam di dalam pipi, muncul 2 hingga 3 hari sebelum ruam kulit. Ini tanda paling khas campak, meskipun hanya ditemukan pada 50 hingga 70 persen kasus

Ruam merah kasar (makulopapular) yang dimulai dari belakang telinga dan wajah, lalu menyebar ke leher, badan, tangan, dan kaki dalam 3 hari
Anak tampak sangat lemas, tidak mau makan, sensitif terhadap cahaya
Periode menular: 4 hari sebelum ruam muncul hingga 4 hari setelah ruam muncul.
Yang perlu dilakukan: Isolasi anak segera. Bawa ke dokter untuk konfirmasi. Pastikan riwayat imunisasi MR.
Penyebab: Virus rubella (Rubivirus)

Banyak orang menyamakan rubella dengan campak. Padahal keduanya berbeda, baik penyebab, tingkat keparahan, maupun risikonya.
Perbedaan utama rubella dari campak:
Demam ringan hingga sedang (37,5 hingga 38,5 derajat C), jauh lebih rendah dari campak
Ruam berwarna merah muda lebih pucat dan lebih halus dibanding campak
Ruam muncul lebih cepat, menyebar lebih singkat, dan menghilang dalam 3 hari (lebih pendek dari campak yang bisa 5 hingga 7 hari)
Pembesaran kelenjar getah bening di belakang telinga dan leher, ini sangat khas rubella
Batuk dan pilek biasanya ringan atau bahkan tidak ada
Tidak ada bercak Koplik
Yang paling perlu diwaspadai: Rubella pada ibu hamil (terutama trimester pertama) dapat menyebabkan Sindrom Rubella Kongenital pada bayi, mencakup kebutaan, ketulian, dan kelainan jantung bawaan.
Penyebab: Virus varisela-zoster (Varicella-zoster virus/VZV)

Cacar air memiliki tampilan yang paling mudah dibedakan dari campak jika Anda tahu cirinya.
Perbedaan utama cacar air dari campak:
Ruam cacar air berupa vesikel (gelembung berisi cairan jernih), bukan bercak merah datar
Ruam gatal hebat, sesuatu yang tidak khas pada campak
Muncul dalam beberapa gelombang berturut-turut, sehingga dalam satu waktu bisa terlihat berbagai stadium ruam: bintik merah, vesikel, pustul, dan keropeng, semuanya ada bersamaan
Muncul di seluruh tubuh termasuk kulit kepala, dalam mulut, dan kelamin, bukan hanya dari wajah ke bawah
Demam biasanya sedang, tidak setinggi campak
Tidak ada batuk, pilek, atau mata merah yang menonjol seperti campak
Perhatian khusus: Cacar air sangat berbahaya bagi ibu hamil, bayi baru lahir, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah. Segera pisahkan penderita dari kelompok ini.
Penyebab: Virus dengue, ditularkan nyamuk Aedes aegypti

DBD sering membingungkan karena juga menyebabkan demam tinggi mendadak dan ruam merah. Namun ada perbedaan penting yang harus diketahui.
Perbedaan utama DBD dari campak:
Demam sangat tinggi (38 hingga 40 derajat C) yang muncul mendadak tanpa didahului batuk, pilek, atau mata merah
Ruam pada DBD berupa petekie (bintik-bintik merah kecil akibat perdarahan di bawah kulit) yang tidak memucat saat ditekan
Sering disertai nyeri tulang, otot, dan sendi yang berat (sehingga dulu disebut breakbone fever)
Mual, muntah, dan nyeri di belakang bola mata saat digerakkan
Tidak ada batuk, pilek, atau bercak Koplik
Pada fase kritis: perdarahan gusi, mimisan, bintik merah makin banyak
Yang paling perlu diwaspadai: Fase kritis DBD terjadi saat demam turun (hari ke-3 hingga ke-5). Ini justru saat trombosit paling rendah dan risiko perdarahan paling tinggi. Jangan anggap anak sudah sembuh hanya karena demam turun.
Tanda darurat DBD: Muntah darah, BAB hitam, perdarahan dari hidung atau gusi yang sulit berhenti, anak tampak sangat lemas atau tidak sadar. Segera ke IGD.
Penyebab: Human Herpesvirus 6 (HHV-6)
Penyakit ini paling sering terjadi pada bayi usia 6 bulan hingga 2 tahun dan memiliki pola yang sangat khas namun sering tidak dikenali orang tua.
Perbedaan utama roseola dari campak:
Demam sangat tinggi (39 hingga 40 derajat C) berlangsung 3 hingga 5 hari, lalu tiba-tiba turun sendiri
Ruam merah muda justru muncul setelah demam turun, bukan bersamaan dengan demam. Ini kebalikan dari campak
Ruam halus, tidak gatal, muncul di badan dan leher, jarang di wajah
Selama demam tinggi, anak tampak relatif baik dibandingkan tingginya demam (ini cukup khas)
Tidak ada batuk, pilek, mata merah, atau bercak Koplik
Risiko kejang demam cukup tinggi akibat demam yang naik sangat cepat
Kabar baiknya: Roseola biasanya sembuh sendiri tanpa komplikasi pada anak yang sehat.
Penyebab: Bakteri Streptococcus pyogenes grup A
Meski lebih jarang di Indonesia, scarlet fever perlu dikenal karena ruamnya bisa mirip campak dan memerlukan antibiotik.
Perbedaan utama scarlet fever dari campak:
Ruam berupa bercak merah halus seperti amplas yang terasa kasar saat diraba, berbeda dari campak yang lebih kasar dan berbenjol
Ruam muncul dari leher dan dada, lalu menyebar, sering lebih pekat di lipatan kulit
Disertai nyeri tenggorokan hebat dan sulit menelan, campak tidak demikian
Lidah merah seperti stroberi (strawberry tongue): lidah berbintik merah dengan latar putih, lalu seluruhnya menjadi merah cerah
Tidak ada konjungtivitis (mata merah) yang menonjol seperti campak
Memerlukan antibiotik penisilin untuk mencegah komplikasi demam rematik
Berikut tabel Ringkasan Perbandingan Singkat Campak atau Bukan

Apapun jenis penyakitnya, segera bawa anak ke IGD jika:
Orang tua tidak perlu bisa mendiagnosis sendiri, itu tugas dokter. Namun, mengenali perbedaan dasar antara penyakit-penyakit ini, terutama membedakan campak atau bukan akan membantu Anda memberikan informasi yang tepat kepada dokter, sehingga anak lebih cepat mendapat penanganan yang sesuai.
Dan satu hal yang berlaku untuk semua penyakit di atas: imunisasi lengkap adalah perlindungan terbaik untuk campak dan rubella. Pastikan anak Anda sudah mendapat vaksin MR di usia 9 bulan dan 18 bulan.