Demam pada anak dapat didefinisikan sebagai suhu pada anus (rektal) > 38°C atau suhu pada ketiak (aksila) > 37,2°C atau suhu pada mulut > 37,5°C (oral).
Demam < 41,7 °C tidak menyebabkan kerusakan otak. Dan hanya 4% dari total anak yang demam mengalami kejang demam.

Beberapa istilah yang perlu dipahami terkait dengan demam pada anak antara lain:
Istilah ini digunakan untuk kondisi suhu tubuh > 41,5°C. Kondisi ini membutuhkan terapi anti piretik agresif karena berisiko untuk menimbulkan kerusakan organ permanen (irreversibel)
FUO berarti demam > 3 minggu, demam > 38°C pada beberapa kesempatan pengukuran, dan diagnosis yang tidak jelas setelah 1 minggu perawatan dan pemeriksaan di rumah sakit.
Istilah ini merujuk kepada pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit bukan karena penyakit infeksi atau gejala deam tapi memiliki suhu tubuh > 38,3°C dalam beberapa kali pemeriksaan dengan menggunakan termometer.

Secara sederhana demam pada anak juga dapat dibagi menjadi 3 kategori berdasarkan gejala dan tanda yang ditemukan pada anak, yaitu:
Tabel 1 Diagnosis Banding demam tanpa tanda lokal
| Diagnosis | Deskripsi |
| Malaria | · Onset tiba-tiba disertai menggigil kemudian berkeringat
· Apusan darah positif malaria · Tes diagnostik cepat (RDT) positif · Anemia berat · Pembesaran limfa (lien) |
| Septikemia | · Sakit berat dan sakit tanpa penyebab yang pasti
· Purpura atau petekie · Syok atau hipotermia |
| Demam Tifoid | · Sakit berat dan sakit tanpa penyebab yang pasti
· Nyeri tekan abdomen · Kebingunan · Mencret dan muntah |
| Infeksi saluran kemih | · Nyeri ketok CVA atau suprapubik
· Nyeri ketika buang air kecil · Buang air kecil menjadi lebih sering · Inkontinesia urin · Leukosit dan/atau bakteri pada urin |
Tabel 2 Diagnosis Banding demam dengan tanda lokal
| Diagnosis | Deskripsi |
| Meningitis |
|
| Otitis Media |
|
| Mastoiditis |
|
| Osteomielitis |
|
| Artritis septik |
|
| Pneumonia |
|
| Infeksi saluran napas atas |
|
Tabel 3 Diagnosis Banding demam disertai ruam pada kulit
| Diagnosis | Deskripsi |
| Campak/Measles/Rubeola |
|
| Infeksi Virus |
|
| Infeksi Meningococcal |
|
| Demam Berdarah Dengue |
|
Selain itu dapat pula dipikirkan kemungkinan diagnosis pada demam yang lebih dari 7 hari (Tabel 4)
Tabel 4 Diagnosis Banding demam lebih dari 7 hari
| Diagnosis | Deskripsi |
| Abses |
|
| Demam Reumatik |
|
| Endokarditis Infektif |
|
| Tuberkulosis |
|
Anak dengan salah satu kondisi berikut harus diperiksa segera:

Tabel 5. Identifikasi demam risiko rendah untuk infeksi bakteri pada anak < 3 bulan
| 1. Non-toksik |
| 2. Anak sebelumnya tampak sehat |
| 3. Tidak ditemukan fokus infeksi bakteri saat pemeriksaan fisik |
| 4. status sosial baik |
| 5. Hitung leukosit 5.000-15.000/μL dan < 1.500 neutrofil batang/μL |
| 6. leukosit pada pemeriksaan urin mikroskopik leukosit ≤10 sel/lapangan pandang |
| 7. Jika diare, hasil pemeriksaan mikroskopik feses leukosit ≤10 sel/lapangan pandang |
Pada anak usia > 3 bulan
Parasetamol tablet atau sirup per oral 10-15 mg/kgBB/dosis, dosis dapat diulangi dengan interval 4 jam
(parasetamol menurunkan demam sekitar 1-2°C 2 jam setelah pemberian)
Perhatian!
Parasetamol intravena tidak direkomendasikan untuk anak usia < 6 bulan dan berat badan < 5 kg
ATAU
Ibuprofen tablet atau sirup per oral 10 mg/kgBB/dosis, dosis dapat diulangi dengan interval 8 jam.
(efektivitas sama dengan parasetamol. Efek obat dapat berlangsung sekitar 6-8 jam dibandingkan parasetamol 4-6 jam)
Perhatian!
Aspirin tidak boleh digunakan untuk pengobatan demam pada anak karena berpotensi menyebabkan sindrom Reye
Pengobatan spesifik harus dilakukan berdasarkan diagnosis.
Bila Anda memiliki pertanyaan seputar demam pada anak silakan tuliskan pada kolom komentar.
[su_spoiler title=”Referensi“]
[/su_spoiler]