Jantung adalah organ vital yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh, menyediakan oksigen dan nutrisi seluler serta mengangkut hasil metabolisme. Memahami anatomi jantung secara mendalam penting bagi tenaga medis, mahasiswa kedokteran, maupun masyarakat umum yang ingin mengenali dasar-dasar fisiologi kardiovaskular. Artikel ini membahas struktur eksternal dan internal jantung, sirkulasi darah, sistem konduksi listrik, serta aspek mikroskopis yang mendasari fungsi organ ini, dilengkapi gambar ilustrasi dari Wikimedia Commons untuk memperjelas konsep.
Jantung manusia terletak di rongga mediastinum posterior, miring ke kiri pada sudut sekitar 45° dari garis tubuh vertikal, di antara paru-paru. Beratnya berkisar 250–350 gram, berotot, dan dilindungi oleh kerangka tulang dada (sternum) serta tulang rusuk. Permukaan eksternal jantung dapat dibagi menjadi:
Basis: Bagian atas tempat masuk-keluarnya pembuluh darah besar seperti aorta, arteri pulmonalis, vena cava superior/inferior, serta vena pulmonalis.
Apex: Ujung bawah jantung yang menunjuk ke kiri dan dibentuk oleh ventrikel kiri.
Permukaan Siring (diaphragmatic surface): Berhadapan dengan diafragma, terutama ventrikel kanan dan kiri.
Permukaan Sternokostal (anterior surface): Bersentuhan dengan sternum dan struktur anterior mediastinum, terutama ventrikel kanan.
Gambar berikut memperlihatkan tampilan depan (anterior) jantung beserta pembuluh-pembuluh utama: aorta (merah cerah), arteri pulmonalis (biru muda), serta pembuluh koroner yang menyuplai otot jantung.

Dinding jantung tersusun atas tiga lapisan utama:
Epikardium
Merupakan lapisan terluar berbentuk serosa tipis, selapis dan melekat pada permukaan otot jantung. Di antara epikardium dan miokardium terdapat lapisan lemak dan pembuluh darah koroner.
Miokardium
Lapisan tengah berbentuk otot jantung (cardiac muscle). Miokardium ventrikel kiri lebih tebal dibanding ventrikel kanan karena harus memompa darah ke seluruh tubuh dengan tekanan tinggi. Miokardium atrium lebih tipis karena hanya memindahkan darah ke ventrikel.
Endokardium
Lapisan paling dalam yang bersentuhan langsung dengan aliran darah di dalam jantung. Terdiri atas endotel dan jaringan ikat, melapisi katup jantung untuk mencegah penggumpalan darah.
Jantung dibagi menjadi empat ruang:
Atrium kanan: Menerima darah deoksigenasi dari tubuh melalui vena cava superior dan inferior.
Ventrikel kanan: Memompa darah deoksigenasi ke paru-paru melalui arteri pulmonalis.
Atrium kiri: Menerima darah teroksigenasi dari paru-paru melalui empat vena pulmonalis.
Ventrikel kiri: Memompa darah teroksigenasi ke seluruh tubuh melalui aorta.
Antara atrium dan ventrikel terdapat katup atrioventrikular (AV):
Katup trikuspidalis (antara atrium kanan dan ventrikel kanan),
Katup mitral atau bikuspidalis (antara atrium kiri dan ventrikel kiri).
Di pangkal arteri besar terdapat katup semilunar:
Katup pulmonalis (di pangkal arteri pulmonalis),
Katup aorta (di pangkal aorta).
Katup-katup ini memastikan aliran darah searah dan mencegah regurgitasi.
Proses peredaran darah melalui jantung terdiri dari dua sirkuit utama:
Sirkulasi pulmonal
Darah deoksigenasi mengalir dari ventrikel kanan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Di paru-paru terjadi pertukaran gas O₂-CO₂. Darah teroksigenasi kembali kembali ke atrium kiri melalui vena pulmonalis.
Sirkulasi sistemik
Darah teroksigenasi dipompa dari ventrikel kiri ke aorta, kemudian ke seluruh tubuh—memasok oksigen dan nutrisi—kemudian kembali ke atrium kanan melalui vena cava.
Ilustrasi berikut menunjukkan jalur aliran darah beserta warna kode biru (deoksigenasi) dan merah (teroksigenasi) lengkap dengan arah aliran.

Kontraksi jantung dipicu oleh rangsangan listrik yang dihasilkan dan disebarkan melalui sistem konduksi jantung, meliputi:
Sinoatrial (SA) node: Pemacu alami (pacemaker) terletak di dinding atrium kanan, menghasilkan impuls listrik ~60–100 kali per menit.
Internodal pathways: Saluran yang mengantar impuls dari SA node ke atrioventrikular (AV) node.
Atrioventricular (AV) node: Titik relai yang menunda impuls sekitar 0,1 detik sehingga atrium dapat mengosongkan darah ke ventrikel.
Bundle of His (AV bundle): Cabang serat yang menembus septum interventrikular.
Cabang berkas (bundle branches): Cabang kanan dan kiri yang menuju masing-masing ventrikel.
Serabut Purkinje: Serabut halus yang menyebar di dinding ventrikel, memicu kontraksi ventrikel.
Diagram konduksi jantung berikut memperlihatkan jalur listrik dari SA node hingga Purkinje fibers.

Secara histologis, miokardium terdiri atas kardiomiosit—sel otot bercabang dan berinti satu atau dua—yang saling terhubung melalui:
Gap junctions: Memungkinkan penyebaran impuls listrik cepat antar sel.
Desmosom: Menyediakan ikatan mekanik kuat agar sel tetap berdempetan saat kontraksi.
Struktur interkalasi disk menjamin sinkronisasi kontraksi seluruh miokardium.
Otot jantung memerlukan suplai darah tersendiri melalui arteri koroner:
Arteri koroner kiri (lebih besar) membagi menjadi:
Arteri sirkumfleks
Arteri interventrikular anterior
Arteri koroner kanan: Memasok atrium kanan, ventrikel kanan, serta bagian posterior ventrikel kiri.
Penyumbatan koroner menyebabkan infark miokard (serangan jantung).
Jantung dibungkus oleh kantung ganda perikardium:
Perikardium fibrosa (luar): Lapisan tebal berserat, mencegah overdistensi jantung.
Perikardium serosa (dalam): Terdiri dari lapisan parietal dan viseral (epikardium) dengan rongga berisi cairan serous untuk mengurangi gesekan saat kontraksi.
Akumulasi cairan berlebih (efusi perikardial) dapat mengganggu fungsi jantung.
Struktur jantung mendukung fungsinya:
Ketebalan miokardium ventrikel kiri memungkinkan tekanan tinggi untuk sirkulasi sistemik.
Sistem katup memastikan aliran satu arah, mengurangi beban volume.
Sistem konduksi menjamin ritme jantung terkoordinasi.
Pembuluh koroner menyediakan suplai energi konstan agar kontraksi kontinu.
Ilustrasi sirkulasi sistemik dan pulmonal berikut menegaskan keterkaitan anatomi dengan jalur darah ke seluruh tubuh dan paru-paru.

Pemahaman mendalam tentang anatomi jantung—mulai dari struktur eksternal, ruang jantung, katup, sistem konduksi listrik, hingga mikroskopis—adalah landasan penting untuk diagnosis, penanganan penyakit kardiovaskular, dan penelitian kardiologi. Gambar anatomi yang akurat memperkaya pemahaman visual, membantu mahasiswa dan tenaga medis mengaitkan teori dengan representasi nyata. Dengan mengenal jantung secara menyeluruh, upaya pencegahan, diagnosis, dan terapi penyakit jantung dapat dilakukan dengan lebih efektif dan tepat guna.