Cedera akibat listrik terjadi sebagai akibat dari arus listrik atau konversi panas dari benda yang dapat menghasilkan energi listrik. Cedera akibat listrik dapat mengakibatkan kerusakan organ yang fatal dan atau kerusakan jaringan permanen atau temporer. Kematian yang diakibatkan karena cedera akibat listrik (biasanya disebut sebagai elektrokusi) dilaporkan meningkat pada anak < 6 tahun dan begitu pula pada orang dewasa.
Berdasarkan voltase listrik yang mengakibatkan cedera, cedera akibat listrik dapat diklasifikasikan menjadi:
Berdasarkan jenis arusnya maka dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
Sekitar 3% pasien yang datang ke unit penanganan trauma di Amerika Serikat merupakan korban cedera akibat listrik. Cedera ini sendiri berhubungan dengan berbagai komplikasi yang bahkan dapat muncul lebih lama (tertunda) seperti:

Diagnosis ditegakkan secara klinis pada pasien yang datang dengan presentasi konsisten terkait cedera akibat listrik. Presentasi klinis ini dapat berupa luka bakar minor hingga henti jantung atau bahkan kematian. Cedera yang fatal dapat terjadi meskipun tidak ada tanda luka bakar atau gejala cedera eksternal atau internal lainnya.

Daftar Pustaka