Pernah mendengar istilah EKG posterior dari dokter atau perawat saat berada di ruang gawat darurat? Pemeriksaan ini adalah tambahan dari EKG standar yang bertujuan untuk melihat bagian belakang jantung, area yang tidak terlihat jelas pada EKG biasa.

Sebagai dokter, saya sering menjumpai kondisi di mana EKG standar terlihat normal atau kurang jelas, padahal pasien mengalami gejala serangan jantung yang khas. Di situlah EKG posterior berperan penting untuk memastikan diagnosis lebih akurat.
EKG posterior adalah pemeriksaan EKG tambahan yang menggunakan tiga elektroda ekstra, yaitu V7, V8, dan V9, yang ditempel di bagian belakang dada. Elektroda ini membantu merekam aktivitas listrik pada dinding belakang jantung, yang tidak terlihat oleh 12 lead EKG standar.
Pemeriksaan ini biasanya dilakukan sebagai pelengkap, bukan pengganti EKG standar. Artinya, dokter tetap melakukan EKG 12 lead seperti biasa, lalu menambahkan tiga elektroda posterior jika ada kecurigaan khusus.
EKG posterior tidak dilakukan secara rutin pada semua pasien. Pemeriksaan ini baru diperlukan pada kondisi berikut:

Kondisi seperti ini sering ditemukan pada serangan jantung bagian bawah (inferior) yang meluas ke bagian belakang jantung, sehingga dokter perlu memastikan dengan pemeriksaan tambahan.
Berbeda dengan EKG standar yang elektrodanya dipasang di dada bagian depan, EKG posterior memasang tiga elektroda tambahan di bagian belakang tubuh, dengan posisi berikut:
Ketiga elektroda ini dipasang setelah 12 lead standar, sehingga total elektroda yang digunakan bisa mencapai 15 hingga 17 lead, tergantung apakah ditambah pula lead sisi kanan jantung.
Pada EKG posterior, tanda yang menunjukkan kemungkinan serangan jantung bagian belakang adalah munculnya ST elevasi di lead V7, V8, atau V9. Bahkan, kenaikan sedikit saja sebesar 0,5 milimeter pada satu lead posterior sudah bisa dianggap bermakna secara klinis.
Selain itu, dokter juga akan membandingkan dengan hasil EKG standar. Biasanya, serangan jantung bagian belakang ditandai dengan ST depresi di lead V1 sampai V4, gelombang R yang tinggi di V1 dan V2, serta gelombang T yang tegak, seolah menjadi “cermin terbalik” dari pola serangan jantung yang biasa terlihat di bagian depan.
Meski bermanfaat, EKG posterior punya beberapa keterbatasan yang perlu dipahami:
EKG posterior adalah pemeriksaan tambahan yang sangat berguna untuk mendeteksi serangan jantung di bagian belakang, yang sering tidak terlihat jelas pada EKG standar. Meski pemasangannya sedikit lebih rumit, pemeriksaan ini bisa membantu dokter mengambil keputusan penanganan yang tepat dan cepat pada kondisi darurat jantung.
Sebagai dokter, saya selalu menekankan pentingnya kombinasi antara hasil EKG dan gejala klinis pasien, bukan hanya mengandalkan satu jenis pemeriksaan saja. Jika Anda atau keluarga pernah mengalami gejala nyeri dada yang mencurigakan, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.