IRAMA SIRKARDIAN: JAM BIOLOGIS MANUSIA

Gangguan Irama Sirkardian

Orang-orang yang begadang hingga pagi hari dan tidur hingga waktu Ashar akan mengakibatkan perubahan pada jam biologis mereka sebesar 180 derajat. Ketika irama sirkardian ini kacau maka ritme tidur kita juga akan kacau dan bahkan dapat terganggu secara keseluruhan. Pada sebagian orang hal ini akan menyebabkan insomnia. Insomnia terjadi karena adanya cacat atau gangguan pada jam biologis.

Gangguan irama sirkardian ini juga terjadi pada orang-orang yang melakukan perjalanan panjang. Perjalanan dari satu negara menuju negara lain dengan perbedaan waktu yang besar, misalnya dari Jakarta menuju New York. Akibatnya, mereka akan merasakan insomnia, keletihan dan gangguan siklus tidur. Hal ini disebut sebagai Jet Lag.

Jet Lag

 

Tidur Siang Hari dan Irama Sirkardian

Rasulullah SAW bersabda, “Tidurlah sesaat (pada siang hari), karena setan tidak akan pernah tidur.”

Ilmu pengetahuan modern telah membuktikan bahwa tidur sesaat pada siang hari sangat bermanfaat untuk menambah produktivitas dan stamina seseorang.  Penelitian Psikologi pada tahun 2002 menyatakan bahwa tidur siang hari selama 10-40 menit dapat mengistirahatkan tubuh dan mengurangi stress. Selain itu, juga dapat menambah konsentrasi dan kemampuan berpikir. Akan tetapi, tidur pada siang hari lebih dari 40 menit akan meningkat peluang terjadinya insomnia pada seseorang.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Escalante ini menyimpulkan bahwa tidur berlebihan pada siang hari tidak dianjurkan karena dapat mempengaruhi pola tidur normal.

Allah SWT berfirman, “dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,dan Kami jadikan malam sebagai pakaian,dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan…” (Q.S An-Naba’:9-11).

Maha Benar Allah Dengan Segala Firmannya.

 

Sumber:

  1. Thayyarah N. Buku Pintar Sains Dalam Al-Qur’an. Jakarta: Zaman. 2013
  2. Martin JL. Insomnia and daytime napping in older adults. J Clin Sleep Med. 2006 Jul 15;2(3):333-42.
  3. Jim Horne. Sleeplessness. Springer International Publishing. 2016

Pages: 1 2 3Show All

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terkait

Lahir di Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, 29 Oktober 1992. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di kota kelahiran lalu menyelesaikan pendidikan tingginya pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. dr. Rifan mendapatkan medali Emas pada Olimpiade Kedokteran Regional Sumatera Pertama untuk cabang Kardiovaskular-Respirologi dan menghantarkan dirinya menjadi Peringkat 1 Mahasiswa Berprestasi Universitas Syiah Kuala pada tahun 2013. Pada tahun 2014, ia mendapatkan penghargaan Peringkat 1 Mahasiswa Kedokteran Berprestasi Se-Sumatera dari ISMKI Wilayah I. Di tahun 2019, dr. Rifan mendapatkan penghargaan peserta terbaik 1 dalam Latihan Dasar CPNS Angkatan 3 Tahun 2019 di LPMP Sumatera Utara. dr. Rifan juga mendapat penghargaan peserta terbaik 1 dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan 4 tahun 2024 di PPSDM Kemendagri Regional Bukittinggi. Proyek Aksi Perubahan Kinerja Organisasi dr. Rifan pada PKA tersebut yang berjudul Departemen Pengalaman Pasien RSUD Aek Kanopan (DEPAN RS) juga mendapat peringkat 1 Lomba Inovasi OPD Tingkat Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2025. dr. Rifan terpilih untuk mengikuti pelatihan Reformers Academy Batch 2 dari Lembaga Administrasi Negara dan KTM Solusions. Selain itu, dr. Rifan juga aktif menulis artikel kedokteran dan kesehatan baik pada situs pribadi drrifan.id dan beberapa situs lainnya. Di samping itu beliau juga sedang mengembangkan beberapa pelatihan yaitu Pelatihan Teknik Belajar dan Public Speaking untuk Pelayanan Kesehatan Prima (Public Speaking for Healthcare Service Excellent).