
Berdasarakan pedoman PHS tadi kombinasi antara konseling dan pemberian obat lebih efektif dari pada hanya diberikan salah satunya (PHS Strength of Evidence A).
Konseling yang direkomendasikan adalah:
Intervensi minimal berlangsung < 3 menit karena dapat meningkatkan tingkat tidak merokok dan harus dilakukan pada semua pasien perokok.
Bentuk konseling:
- Informasi tentang berhenti merokok disampaikan dengan kombinasi dari beberapa bentuk konseling (telepon proaktif, konseling kelompok, dan konseling individu)
- Intervensi yang lebih intensif (konseling dilakukan beberapa sesi) lebih efektif dibandingkan konsesling satu sesi dan harus dilakukan jika memungkinkan
- Sediakan bahan atau materi khusus yang sesuai untuk pasien berhenti merokok
Intervensi berhenti merokok harus menyediakan baik konseling praktis dan dukungan serta dorongan berhenti merikok.
Pengobatan lini pertama adalah dengan pemberian obat. Pengobatan ini memberikan obat yang efektif serta harus ditawarkan kepada semua perokok yang tidak memiliki kontraindikasi terhadap obat pengganti. Obat yang efektif meliputi:

Terapi pengganti nikotin
- nikotin patch/koyo
- permen karet nikotin
- inhaler nikotin
- permen nikotin
- nikotin nasal spray
Varenicline
Bupropion
Beberapa teknik lain telah memiliki bukti dapat meningkatkan angka tidak merokok pada pasien perokok, yaitu:
Akupuntur
Meditasi (mind-body intervention)
Program dan Peraturan Larangan Merokok di tempat kerja atau ruang publik
Hipnoterapi
Pada dasarnya setiap dokter hanya bisa menyarankan dan berusaha untuk memberikan intervensi berhenti merokok. Hasilnya sangat bergantung pada motivasi pasien dan juga kedisiplinan pasien untuk tidak merokok.