Seorang dokter yang baik memiliki kewajiban untuk menyarankan semua pasien untuk berhenti merokok. Pengaruh rokok sebagai faktor risiko yang dapat diubah untuk penyakit-penyakit tidak menular (misalnya penyakit jantung koroner, kanker, penyakit pembuluh darah) merupakan alasan utama bagi seorang dokter untuk menyarankan hal tersebut.
Akan tetapi, hal ini bukanlah suatu hal yang mudah. Orang-orang sebenarnya sadar akan dampak buruk merokok terhadap kesehatan akan tetapi efek kecanduan yang disebabkan oleh nikotin membuat mereka enggan untuk berhenti merokok.
Di sisi lain, ketika seorang perokok telah memiliki keinginan untuk berhenti merokok tapi dia tidak tahu cara terbaik untuk memulainya atau bahkan lingkungan tempat dia menetap tidak mendukungnya melakukan hal tersebut.
Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk memberikan informasi apa yang harus dilakukan serta disarankan oleh seorang dokter kepada seorang perokok agar ia dapat berhenti merokok.
![]()
Berdasarkan pedoman dari United States Department of Health and Human Services, Public Health Service (PHS) sebuah badan layanan kesehatan masyarakat di Amerika Serikat yang dimuat pada pedoman yang berjudul “PHS clinical practice guideline on treating tobacco use and dependence”. Semua dokter harus menyarankan pasien perokok untuk berhenti merokok. Hal tersebut harus dilakukan karena telah terbukti meningkatkan tingkat tidak merokok. Selain itu, semua dokter harus memberikan dan menjelaskan intervensi berhenti merokok terhadap pasiennya.
United States Preventive Services Task Force (USPSTF) merekomendasikan dokter untuk melakukan strategi 5-A untuk menyarankan seorang pasien berhenti merokok.
Ask : Tanyakan dengan jelas pada pasien tentang kebiasaan merokoknya (berapa lama, jenis rokok, berapa batang sehari, alasan merokok dan lain-lain)
Advice: berikan nasehat kepada pasien untuk segera berhenti merokok dengan menggunakan atau menyampaikan pesan personal yang jelas (misalnya pada orang Islam dapat menyampaikan bahwa merokok itu haram atau menyampaikan tentang pengaruh rokok terhadap kesehatan).
Assess: lakukan penilaian seberapa besar keinginan pasien untuk berhenti merokok
Assist: bantu pasien untuk memulai berhenti merokok dengan memberikan intervensi pengobatan.
Arrange: atur jadwal follow up dimana pasien harus kembali kepada dokter untuk menceritakan sejauh mana perkembangan proses tidak merokoknya dan kembali berikan dukungan kepada pasien.
Jadi seorang dokter pada dasarnya tidak hanya disarankan untuk menyampaikan bahwa seorang pasien harus berhenti merokok tapi juga harus menindaklanjuti sejauh apa pasien sudah tidak merokok.

Berdasarakan pedoman PHS tadi kombinasi antara konseling dan pemberian obat lebih efektif dari pada hanya diberikan salah satunya (PHS Strength of Evidence A).
Konseling yang direkomendasikan adalah:
Intervensi minimal berlangsung < 3 menit karena dapat meningkatkan tingkat tidak merokok dan harus dilakukan pada semua pasien perokok.
Bentuk konseling:
- Informasi tentang berhenti merokok disampaikan dengan kombinasi dari beberapa bentuk konseling (telepon proaktif, konseling kelompok, dan konseling individu)
- Intervensi yang lebih intensif (konseling dilakukan beberapa sesi) lebih efektif dibandingkan konsesling satu sesi dan harus dilakukan jika memungkinkan
- Sediakan bahan atau materi khusus yang sesuai untuk pasien berhenti merokok
Intervensi berhenti merokok harus menyediakan baik konseling praktis dan dukungan serta dorongan berhenti merikok.
Pengobatan lini pertama adalah dengan pemberian obat. Pengobatan ini memberikan obat yang efektif serta harus ditawarkan kepada semua perokok yang tidak memiliki kontraindikasi terhadap obat pengganti. Obat yang efektif meliputi:

Terapi pengganti nikotin
- nikotin patch/koyo
- permen karet nikotin
- inhaler nikotin
- permen nikotin
- nikotin nasal spray
Varenicline
Bupropion
Beberapa teknik lain telah memiliki bukti dapat meningkatkan angka tidak merokok pada pasien perokok, yaitu:
Akupuntur
Meditasi (mind-body intervention)
Program dan Peraturan Larangan Merokok di tempat kerja atau ruang publik
Hipnoterapi
Pada dasarnya setiap dokter hanya bisa menyarankan dan berusaha untuk memberikan intervensi berhenti merokok. Hasilnya sangat bergantung pada motivasi pasien dan juga kedisiplinan pasien untuk tidak merokok.