Beberapa hari yang lalu, saya mendapat pertanyaan menarik melalui kolom komentar TikTok @drrifan. Seorang ibu bertanya dengan nada khawatir:
“Dok, bayi saya umur 6 bulan kok sering banget berkeringat, terutama di kepala. Bahkan saat tidur di ruangan ber-AC pun kepalanya sampai basah kuyup. Apakah ini normal atau ada masalah kesehatan?”

Pertanyaan ini sebenarnya sangat umum ditanyakan oleh para orang tua, terutama yang baru memiliki anak pertama. Saya bisa memahami kekhawatiran mereka. Melihat si kecil yang masih mungil sudah berkeringat banyak, tentu membuat kita bertanya-tanya: apakah ini wajar atau justru tanda bahaya?
Nah, melalui artikel ini, saya akan mengajak Anda memahami seluk-beluk keringat berlebih pada bayi dan anak. Mari kita bahas dengan lengkap namun tetap mudah dipahami.
Sebelum kita membahas lebih jauh, penting untuk memahami bahwa bayi memang cenderung lebih banyak berkeringat dibandingkan orang dewasa. Ada dua alasan utama:
Pertama, bayi memiliki lebih banyak kelenjar keringat di kepala dibandingkan bagian tubuh lainnya. Itulah mengapa Anda sering melihat kepala bayi basah karena keringat, sementara bagian tubuh lainnya relatif kering.

Kedua, sistem pengaturan suhu tubuh bayi masih dalam tahap perkembangan dan belum bekerja sempurna seperti orang dewasa. Sistem saraf mereka belum berkembang dengan baik sehingga belum dapat bekerja secara maksimal untuk mengendalikan suhu tubuhnya. Akibatnya, saat kepanasan sebentar saja, bayi sudah langsung berkeringat banyak.
Mari kita bahas satu per satu penyebab yang paling sering terjadi. Kebanyakan sebenarnya tidak berbahaya dan merupakan kondisi normal.
1. Menangis Berlebihan
Ketika bayi menangis, terutama jika kencang dan lama, mereka sebenarnya sedang menguras banyak energi. Energi yang terbakar dari menangis ini keluar melalui panas dan keringat. Jadi jangan heran kalau setelah menangis lama, tubuh bayi memerah dan berkeringat.
2. Pakaian Terlalu Tebal atau Berlapis
Ini adalah penyebab paling umum. Banyak orang tua, terutama nenek atau saudara yang lebih tua, sering khawatir bayi kedinginan sehingga memakaikan baju berlapis-lapis. Padahal, bayi sebenarnya tidak selemah yang kita kira. Pakaian yang terlalu tebal justru membuat panas terperangkap dan bayi jadi kepanasan.
3. Suhu Ruangan yang Panas atau Lembap
Cuaca atau suhu ruangan yang terlalu hangat bisa memperparah keringat pada bayi. Bahkan penggunaan topi yang terlalu rapat atau membedong terlalu kencang bisa menghambat sirkulasi udara dan menyebabkan keringat menumpuk.
4. Saat Menyusu
Pernahkah Anda perhatikan bayi berkeringat saat menyusu? Ini normal. Menyusu adalah aktivitas yang membutuhkan usaha fisik bagi bayi. Mereka harus mengisap dengan kuat dan terus-menerus, sehingga tubuh mereka mengeluarkan energi dan menghasilkan panas.
5. Tidur Nyenyak (Deep Sleep)
Bayi memiliki fase tidur nyenyak atau deep sleep. Pada saat ini, sebagian bayi mengalami keringat berlebih terutama di area kepala. Hal ini terjadi karena bayi tidak mengubah posisi kepala dan tubuhnya dalam waktu lama. Kondisi ini termasuk wajar dan tidak perlu dikhawatirkan.
Meskipun sebagian besar kasus keringat berlebih pada bayi adalah normal, ada beberapa kondisi medis yang perlu kita waspadai.
1. Hiperhidrosis
Hiperhidrosis adalah kondisi medis yang menyebabkan produksi keringat berlebih, tidak tergantung pada suhu atau aktivitas fisik. Meskipun sangat jarang terjadi pada bayi, kondisi ini perlu diperhatikan apabila gejala tampak tidak wajar atau berlebihan. Kabar baiknya, hiperhidrosis bukan kondisi yang berbahaya dan biasanya tidak memerlukan obat-obatan.
2. Infeksi dan Demam
Infeksi seperti flu dapat menyebabkan keringat berlebih pada bayi. Demam adalah cara tubuh untuk melawan infeksi, sehingga panas yang ditimbulkan membuat bayi mengeluarkan keringat. Gejala lain yang menyertai biasanya berupa bersin, batuk, rewel, dan nafsu makan berkurang.
3. Sleep Apnea
Sleep apnea adalah kondisi saat pernapasan seseorang berhenti selama 20 detik atau lebih saat tidur. Kondisi ini memang jarang terjadi pada bayi, namun bayi yang lahir prematur memiliki risiko tinggi. Bayi dengan sleep apnea akan membuka mulut, mengorok, dan tersengal-sengal seperti berusaha mengambil napas saat tidur.
4. Hipertiroidisme
Keringat berlebih juga dapat mengindikasikan kondisi yang berhubungan dengan kelenjar tiroid atau hipertiroidisme. Beberapa bayi yang mengidap gangguan ini dapat mengalami sianosis atau kondisi yang membuat kulitnya berwarna kebiruan.
5. Penyakit Jantung Bawaan
Ini adalah kondisi yang paling serius dan perlu diwaspadai. Bayi yang memiliki kelainan jantung bawaan cenderung mengeluarkan keringat berlebih, terutama saat menyusu atau beraktivitas ringan, karena jantungnya harus bekerja lebih keras untuk memompa darah secara efisien.
Sebagai orang tua, Anda perlu waspada dan segera konsultasi ke dokter jika:
Bayi berkeringat berlebihan di ruangan yang sejuk, bahkan setelah mengganti baju dengan pakaian yang lebih tipis

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak jika Anda merasa ada yang tidak beres. Lebih baik memastikan daripada menyesal kemudian.
Jika keringat berlebih pada bayi Anda disebabkan oleh faktor lingkungan atau aktivitas normal, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan:
Atur Suhu Ruangan
Pastikan suhu kamar bayi tetap sejuk, sekitar 23-26°C. Gunakan AC atau kipas angin jika perlu, namun jangan mengarahkan angin langsung ke tubuh bayi.
Pilih Pakaian yang Tepat
Pakaikan bayi dengan pakaian dari serat alami seperti katun yang mudah menyerap keringat. Hindari pakaian dari bahan sintetis seperti poliester atau nilon karena membuat panas terperangkap. Pilih pakaian yang longgar dan sesuaikan dengan cuaca.
Jaga Kulit Bayi Tetap Sejuk
Dinginkan kulit bayi menggunakan kain basah yang sejuk. Anda juga bisa memandikan bayi dengan air hangat suam-suam kuku untuk menyegarkan kulitnya.
Hindari Membedong Terlalu Kencang
Membedong terlalu kencang atau menggunakan topi terlalu lama dapat menghambat sirkulasi udara. Biarkan bayi tanpa bedong atau topi saat cuaca sedang panas.
Gunakan Bedak Bayi
Setelah mandi dan kulit sudah benar-benar kering, Anda bisa menggunakan bedak bayi di area lipatan tubuh seperti leher, ketiak, dan lipatan tangan serta kaki. Ini membantu menjaga kelembapan kulit dan mencegah biang keringat.
Perhatikan Saat Menyusui
Jika bayi berkeringat saat menyusu, pastikan ruangan cukup sejuk dan jangan memakaikan baju terlalu tebal. Sesekali beri jeda untuk menyeka keringat bayi.
Untuk anak yang sudah lebih besar dan aktif, ada beberapa tips tambahan:
Mari kita tarik benang merah dari pembahasan panjang ini. Keringat berlebih pada bayi dan anak sebagian besar adalah kondisi normal yang disebabkan oleh sistem pengaturan suhu tubuh yang belum sempurna. Penyebab umum seperti pakaian terlalu tebal, suhu ruangan panas, menangis, atau tidur nyenyak adalah hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan.
Namun, tetap waspada terhadap tanda-tanda yang tidak biasa seperti keringat berlebihan disertai penurunan berat badan, napas cepat, atau kulit kebiruan. Kondisi ini bisa menandakan masalah kesehatan yang lebih serius seperti penyakit jantung bawaan atau gangguan tiroid yang memerlukan penanganan medis.
Yang terpenting, percayalah pada insting Anda sebagai orang tua. Jika ada sesuatu yang terasa tidak beres, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Lebih baik memastikan daripada membiarkan kekhawatiran mengganggu pikiran Anda.
Punya pertanyaan seputar kesehatan anak? Jangan sungkan untuk bertanya melalui kolom komentar website saya di drrifan.id dan silakan baca artikel kesehatan lainnya.
Sahabat sehat juga dapat meninggalkan pertanyaan di kolom komentar tiktok, facebook atau instagram kami berikut ini: