Pahami mekanisme
Mulai dari cedera sel, inflamasi, hemodinamik, imunologi, neoplasia dan patologi organ.
Pelajari mekanisme penyakit, kenali pola histopatologi, perbesar preparat, uji identifikasi, lalu terapkan pada kasus klinis.
Mulai dari cedera sel, inflamasi, hemodinamik, imunologi, neoplasia dan patologi organ.
Latih pola visual dengan preparat Creative Commons, zoom, diagnosis, temuan kunci dan clinical pearls.
Gunakan mode identifikasi, kasus bertahap dan kuis untuk mengubah hafalan menjadi reasoning.
Hipertrofi meningkatkan ukuran sel; hiperplasia meningkatkan jumlah sel; atrofi mengecilkan ukuran/aktivitas; metaplasia mengganti satu fenotipe sel matang dengan fenotipe lain yang lebih tahan terhadap stres.
Pembengkakan sel, perubahan lemak, blebbing membran dan gangguan organel dapat pulih bila stres dihilangkan sebelum kerusakan membran dan mitokondria menjadi berat.
Ditandai kegagalan mitokondria yang tidak dapat dipulihkan dan kerusakan membran berat. Perubahan inti klasik: piknosis, karioreksis, dan kariolisis.
Koagulatif pada infark kebanyakan organ padat; likuefaktif pada otak/abses; kaseosa pada granuloma tertentu; lemak pada pankreatitis; fibrinoid pada cedera vaskular imun.
Kematian sel terprogram dengan fragmentasi terkontrol dan inflamasi minimal. Dapat terjadi melalui jalur intrinsik mitokondria atau ekstrinsik death receptor.
Dominan neutrofil, vasodilatasi, peningkatan permeabilitas, eksudasi dan kemotaksis. Pola morfologi termasuk serosa, fibrinosa, supuratif/abses dan ulserasi.
Didominasi makrofag, limfosit dan sel plasma disertai kerusakan jaringan serta upaya perbaikan berupa angiogenesis dan fibrosis.
Agregat makrofag epiteloid, sering dengan sel raksasa. Penyebab infeksi maupun noninfeksi harus dibedakan menggunakan konteks klinis, pewarnaan khusus dan mikrobiologi.
Regenerasi terjadi bila sel dapat membelah dan matriks tetap mendukung. Bila kerusakan luas, penyembuhan dominan melalui jaringan granulasi, deposisi kolagen dan remodeling scar.
Edema muncul dari peningkatan tekanan hidrostatik, penurunan tekanan onkotik, retensi natrium, obstruksi limfe, atau inflamasi. Kongesti merupakan hiperemia pasif akibat gangguan aliran keluar.
Trias Virchow: cedera/disfungsi endotel, aliran abnormal, dan hiperkoagulabilitas. Nasib trombus: propagasi, embolisasi, disolusi, atau organisasi/rekanalisasi.
Nekrosis iskemik akibat oklusi aliran. Warna dan bentuk dipengaruhi tipe sirkulasi, organ, keberadaan kongesti, serta reperfusi.
Hipoperfusi sistemik dapat bersifat hipovolemik, kardiogenik, distributif atau obstruktif. Kerusakan progresif memicu hipoksia, asidosis dan disfungsi multiorgan.
Tipe I dimediasi IgE/mast cell; tipe II antibodi terhadap antigen sel/matriks; tipe III kompleks imun; tipe IV dimediasi sel T.
Terjadi saat toleransi terhadap self gagal. Faktor genetik, lingkungan dan disregulasi imun berinteraksi menghasilkan cedera jaringan.
Dapat primer atau sekunder. Pola infeksi dan keganasan tertentu memberi petunjuk komponen imun mana yang terganggu.
Nilai diferensiasi, atypia, laju pertumbuhan, invasi lokal dan metastasis. Metastasis adalah bukti keganasan yang paling tegas pada banyak tumor.
Tumor mengembangkan sinyal proliferasi, menghindari growth suppressor dan apoptosis, mempertahankan replikasi, angiogenesis, invasi/metastasis serta interaksi dengan metabolisme dan sistem imun.
Grade menggambarkan agresivitas/diferensiasi mikroskopik. Stage menggambarkan luas penyakit anatomis dan sering lebih kuat untuk prognosis, tetapi sistem spesifik bergantung jenis tumor.
Morfologi H&E tetap fondasi. Imunohistokimia, sitogenetik dan molekuler dipakai untuk klasifikasi, prediksi terapi atau konfirmasi asal tumor sesuai kebutuhan.
Aterosklerosis, trombosis, infark miokard, penyakit katup, kardiomiopati dan vaskulitis.
Pneumonia, tuberculosis, penyakit obstruktif/restriktif, ARDS, emboli, serta tumor paru.
Gastritis, IBD, polip/tumor kolorektal, hepatitis, steatosis, sirosis dan keganasan hepatobilier.
Pola glomerular, tubulointerstisial, vaskular dan neoplasia ginjal. Integrasikan LM, IF dan EM bila relevan.
Fokus pada pola morfologi dan terminologi organ-spesifik, lalu hubungkan dengan klinis, imaging, imunohistokimia atau molekuler.