Penggunaan Lidokain Pada Injeksi Intra Muskular: Apakah Aman?

Injeksi intra muskular merupakan salah satu prosedur medis yang paling sering dilakukan. Salah satu masalah yang masih muncul pada tindakan ini adalah munculnya nyeri di lokasi penyuntikan. Nyeri ini muncul terutama pada saat melakukan penyuntikan antibiotik seperti benzathine penicillin G atau seftriakson. Lidokain merupakan salah satu obat anestesi lokal. Penggunaan lidokain pada injeksi intra muskular berdasarkan beberapa temuan penelitian terbukti menurunkan tingkat nyeri pada daerah penyuntikan. Tapi, apakah Penggunaan Lidokain Pada Injeksi Intra Muskular ini aman?

Penggunaan Lidokain Pada Injeksi Intra Muskular
Background image created by Nensuria – Freepik.com

Tinjauan Penggunaan Lidokain Pada Injeksi Intra Muskular

Lidokain adalah obat penghambat saluran natrium dan agen anestesi lokal yang sangat serbaguna yang tetap menjadi agen yang banyak digunakan karena potensinya, onset cepat dan durasi kerja menengah.

Beberapa penelitian telah menilai pengaruh penggunaan lidokain sebagai pengencer pada farmakokinetik penisilin IM dan sefalosporin pada manusia. Penelitian-penelitian tersebut tidak menunjukkan perubahan parameter farmakokinetik antibiotik bila dicampur dengan lidokain.1–3

Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa penisilin secara fisik atau kimiawi sangat kompatibel dengan penisilin.

Spuit untuk Injeksi
Background image created by Freepik

Amir et al. membandingkan konsentrasi dan nyeri injeksi benzathine penicillin G antara dua pengencer, baik air steril atau lidokain hidroklorida 1%. Peneliti menemukan bahwa meskipun lidokain secara signifikan mengurangi rasa sakit injeksi, lidokain tidak mengubah konsentrasi penisilin dalam cairan tubuh.2

Patel et al. meneliti efek lidokain 1% sebagai pengencer pada farmakokinetik dan toleransi IM ceftriaxone dan menunjukkan bahwa lidokain tidak mengubah parameter atau mengubah bioavailabilitasnya.1

Selain itu, intensitas dan frekuensi nyeri di tempat suntikan dikurangi dengan pemberian lidokain.

Demikian juga, Schichor et al. menunjukkan bahwa lidokain dapat mengurangi intensitas nyeri setelah injeksi ceftriaxone IM bila dibandingkan dengan air steril sebagai pengencer.3

Meskipun toksisitas lidokain potensial, dosis yang lazim untuk suntikan IM penisilin adalah 10-60 mg (1-3 mL lidokain 1% atau 2 %) yang secara signifikan kurang dari dosis maksimum yang dianjurkan untuk anestesi lokal tanpa epinefrin (4,5 mg/kg).

 

Kesimpulan

Penggunaan Lidokain Pada Injeksi Intra Muskular sebagai anestesi lokal dapat relatif aman untuk menghilangkan rasa sakit selama suntikan IM penisilin dan Seftriakson. Namun demikian, masih banyak penelitian yang diperlukan terkait hal ini.

 

Referensi

  1. Patel IH, Weinfeld RE, Konikoff J, Parsonnet M. Pharmacokinetics and tolerance of ceftriaxone in humans after single-dose intramuscular administration in water and lidocaine diluents. Antimicrob Agents Chemother. 1982;21(6):957–62.
  2. Madeira G, Mocumbi AO, Mayosi BM. Advice to health professionals: Use of lignocaine as a diluent to reduce the pain associated with the administration of benzathine penicillin G. South African Med J. 2016;106(8):742.
  3. Schichor A, Bernstein B, Weinerman H, Fitzgerald J, Yordan E, Schechter N. Lidocaine as a diluent for ceftriaxone in the treatment of gonorrhea: does it reduce the pain of the injection? Arch Pediatr Adolesc Med. 1994;148(1):72–5.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terkait

Lahir di Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, 29 Oktober 1992. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di kota kelahiran lalu menyelesaikan pendidikan tingginya pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. dr. Rifan mendapatkan medali Emas pada Olimpiade Kedokteran Regional Sumatera Pertama untuk cabang Kardiovaskular-Respirologi dan menghantarkan dirinya menjadi Peringkat 1 Mahasiswa Berprestasi Universitas Syiah Kuala pada tahun 2013. Pada tahun 2014, ia mendapatkan penghargaan Peringkat 1 Mahasiswa Kedokteran Berprestasi Se-Sumatera dari ISMKI Wilayah I. Di tahun 2019, dr. Rifan mendapatkan penghargaan peserta terbaik 1 dalam Latihan Dasar CPNS Angkatan 3 Tahun 2019 di LPMP Sumatera Utara. dr. Rifan juga mendapat penghargaan peserta terbaik 1 dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan 4 tahun 2024 di PPSDM Kemendagri Regional Bukittinggi. Proyek Aksi Perubahan Kinerja Organisasi dr. Rifan pada PKA tersebut yang berjudul Departemen Pengalaman Pasien RSUD Aek Kanopan (DEPAN RS) juga mendapat peringkat 1 Lomba Inovasi OPD Tingkat Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2025. dr. Rifan terpilih untuk mengikuti pelatihan Reformers Academy Batch 2 dari Lembaga Administrasi Negara dan KTM Solusions. Selain itu, dr. Rifan juga aktif menulis artikel kedokteran dan kesehatan baik pada situs pribadi drrifan.id dan beberapa situs lainnya. Di samping itu beliau juga sedang mengembangkan beberapa pelatihan yaitu Pelatihan Teknik Belajar dan Public Speaking untuk Pelayanan Kesehatan Prima (Public Speaking for Healthcare Service Excellent).