Agar Kemarahan Tidak Jadi Penyakit

Kemarahan adalah ekspresi emosi normal dan kuat yang umum terjadi pada setiap manusia. Variasi besarnya ekspresi ini mulai dari iritasi ringan sampai marah dan kemarahan yang menggebu-gebu. Hal ini dapat disebabkan baik oleh peristiwa internal, seperti mengkhawatirkan masalah pribadi, atau akibat peristiwa eksternal seperti konflik dengan orang tertentu atau suatu peristiwa yang mengganggu seperti insiden lalu lintas atau pembatalan penerbangan.

 

Peristiwa di atas merupakan contoh klasik dari kemarahan yang tidak terkendali, yang dapat mencakup unsur-unsur internal dan eksternal. Kemarahan, yang mungkin tersembunyi atau jelas, mungkin pula terkait dengan ketakutan batin dan rasa tidak aman.

 

Mengapa beberapa orang lebih mudah marah dibandingkan orang lain?

Beberapa orang lebih mudah marah dibandingkan dengan yang lain adalah fakta. Pada beberapa orang hal-hal kecil dapat langsung memicu kemarahan mereka. Populasi tersebut dapat mengalami suatu kondisi yang sebut sebagai kepribadian antisosial. Sementara itu, pada sisi lain, orang yang mudah marah dapat pula dijelaskan oleh faktor keturunan atau budaya. Orang-orang dengan indeks frustasi yang rendah merasa bahwa mereka spesial dan tidak harus mudah mengalami iritasi (kemarahan). Orang yang mudah marah cenderung dipengaruhi oleh keluarga yang tidak harmonis atau memiliki keterampilan komunikasi serta kecerdasan emosional yang buruk.

Apa efek dari kemarahan?

kemarahan

Episode marah berulang dapat mempengaruhi kesehatan kita baik pada aspek sosial, emosional dan fisik. Kemarahan yang tidak terkendali pasti akan menyebabkan konflik seperti argumen, penyerangan, perkelahian dan bahkan kekerasan fisik. Tubuh akan merespons terhadap tingginya pelepasan kadar hormon stress (kortisol dan adrenalin). Akibat tingginya pelepasan kadar hormon tersebut maka tubuh mulai mengalami insomnia, cemas, depresi, sakit kepala (termasuk migrain), tekanan darah tinggi, sakit maag, sindrom iritasi usus dan bahkan yang fatal berupa serangan jantung atau stroke. Kita tidak boleh membiarkan kemarahan menguasai diri kita. Kita harus melakukan sesuatu untuk dapat mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh kemarahan kita. Manajemen marah sangat penting dilakukan untuk mengatasi respons prilaku agresif sebagai ungkapan kemarahan kita.

Apa yang harus kita lakukan?

Orang yang mudah marah harus bercermin pada diri sendiri dengan memikirkan mengapa dapat mudah marah dan mencari tahu apa yang dapat memprovokasi kemarahan tersebut. Selain itu, mencari tahu metode apa yang paling baik untuk mengatasi kemarahan itu adalah hal yang sangat baik. Menulis buku harian terkait dengan peristiwa marah, reaksi, perasaan, aspek negatif, aspek posistf, dan hasil akibat kemarahan akan sangat membantu untuk mengatasi hal ini.

Jika dengan menulis buku harian tidak berhasil mengatasi prilaku mudah marah maka kita harus mencari bantuan dokter, psikiater, psikolog, konselor atau penasehat agama. Para profesoinal tersebut terlatih untuk melakukan teknik manajemen kemarahan seperti teknik relaksasi, pemecahan masalah, dan terapi prilaku kognitif.

Ingat bahwa kemarahan dapat ditekan kemudian diubah dan diarahkan menjadi kegiatan yang lain. Sangat disarankan untuk memulai kegiatan yang disarankan oleh profesional yang anda kunjungi. Akan tetapi, banyak orang yang mudah marah mengalami keadaan yang tidak lebih baik setelah mengunjungi profesional-profesional di atas. Hal ini biasanya terjadi pada orang yang mengkonsumsi rokok atau alkohol secara berlebihan sehingga jika ingin mengontrol kemarahan maka harus membatasi atau bahkan menghentikan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol tersebut.

Pages: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terkait

Lahir di Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, 29 Oktober 1992. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di kota kelahiran lalu menyelesaikan pendidikan tingginya pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. dr. Rifan mendapatkan medali Emas pada Olimpiade Kedokteran Regional Sumatera Pertama untuk cabang Kardiovaskular-Respirologi dan menghantarkan dirinya menjadi Peringkat 1 Mahasiswa Berprestasi Universitas Syiah Kuala pada tahun 2013. Pada tahun 2014, ia mendapatkan penghargaan Peringkat 1 Mahasiswa Kedokteran Berprestasi Se-Sumatera dari ISMKI Wilayah I. Di tahun 2019, dr. Rifan mendapatkan penghargaan peserta terbaik 1 dalam Latihan Dasar CPNS Angkatan 3 Tahun 2019 di LPMP Sumatera Utara. dr. Rifan juga mendapat penghargaan peserta terbaik 1 dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan 4 tahun 2024 di PPSDM Kemendagri Regional Bukittinggi. Proyek Aksi Perubahan Kinerja Organisasi dr. Rifan pada PKA tersebut yang berjudul Departemen Pengalaman Pasien RSUD Aek Kanopan (DEPAN RS) juga mendapat peringkat 1 Lomba Inovasi OPD Tingkat Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2025. dr. Rifan terpilih untuk mengikuti pelatihan Reformers Academy Batch 2 dari Lembaga Administrasi Negara dan KTM Solusions. Selain itu, dr. Rifan juga aktif menulis artikel kedokteran dan kesehatan baik pada situs pribadi drrifan.id dan beberapa situs lainnya. Di samping itu beliau juga sedang mengembangkan beberapa pelatihan yaitu Pelatihan Teknik Belajar dan Public Speaking untuk Pelayanan Kesehatan Prima (Public Speaking for Healthcare Service Excellent).