Akhirnya Lulus?: Sebuah Renungan Bagiku & Rekan Sejawat

Kemudian, selama beberapa tahun kita tumbuh menjadi pribadi profesional dan orang yang lebih baik (personal).

Profesional, kita telah dapat berpikir mulai dari diabetes adalah suatu kondisi yang terjadi pada orang yang mengkonsumsi terlalu banyak gula hingga kita memperlajari bahwa diabetes merupakan suatu penyakit yang mempengaruhi seluruh sistem organ dalam tubuh dan kemudian bertemu dengan penderita diabetes. Kita kemudian mengembangkan sebuah prilaku rela menolong dan melayani seluruh mahkluk hidup untuk memberikan perawatan aktual yang terbaik dan rasa empati bahkan pada pasien dengan “ulkus diabetikum”. Bangun pagi buta membawa perban, plaster, kasa, cairan fisiologis, gunting dan mengoleskan madu adalah salah satu pengalaman yang tidak terlupakan tapi tidak ingin diulang. Mungkin, tidak akan lekang dari ingatan kita seorang pasien yang harus kehilangan mata, kaki, atau tangannya. Serta, pasien yang mungkin tiba-tiba sudah tidak bernyawa di hadapan kita dan harus menyampaikan kabar tersebut kepada keluarganya dengan penuh tanggung jawab.

Dalam kehidupan personal, kita melewati berbagai cobaan: kematian teman yang kita sayang, kematian anggota keluarga, pernikahan, kelahiran anggota keluarga baru, berawal dan berakhirnya sebuah hubungan, depresi, bahkan kita sendiri yang harus menerima perawatan di rumah sakit serta kegagalan akademik. Akan tetapi pencapaian personal kita yang paling sukses adalah kita dapat bertahan hingga hari ini. Kita melewati kesulitan, kesukaran dan bahkan pendidikan yang “tidak humanis” dan selalu menolong setiap kehidupan dengan kasih dan sayang kita. Kita tetap bertahan, kita masih menjadi diri kita sendiri. Kita juga selalu berusaha untuk meluangkan waktu yang kita miliki untuk menelusuri lebih dalam banyak sisi dalam kehidupan kita dan merenungkan siapa diri kita pada masa lalu, kini dan masa depan. Kita juga masih dapat meluangkan waktu untuk liburan walaupun sekedar menikmati hembusan angin dan deburan ombak dimana sebagian kecil dari kita juga merindukan sebuah ruang dengan penerangan yang redup menampilkan gambar bergerak dihadapan atau bahkan pergi ke tempat yang belum pernah kita kunjungi untuk memberikan pengabdian (bakti sosial). Bahkan, kita masih sempat meluangkan waktu kita bertemu setiap tahun di bulan Ramadhan menghilangkan sejenak seluruh kerumitan rumah sakit yang akan sulit kembali kita lakukan pada tahun-tahun ke depan.

Pernahkah kita merenungkan? Keberhasilan kita saat ini lebih bermakna dan lebih mudah karena kita memiliki keluarga, teman-teman, dan orang-orang di sekitar kita yang dipertemukan oleh Allah kepada kita untuk mendukung kita bahkan hingga memberikan pengorbanan kepada kita. Untuk orang-orang ini, Kita patutnya berterimakasih dan memberikan penghormatan kepada mereka. Begitu pula dengan guru-guru kita, yang selalu membimbing dan mengayomi kita hingga akhirnya kini menjadi sejawat kita. Jangan pernah lupa sebuah janji yang akan kita ikrarkan, “Saya akan memberikan kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya”. Kita seharusnya sangat bangga bisa menjadi murid dan akhirnya teman sejawat guru-guru kita.

Pages: 1 2 3 4

0 thoughts on “Akhirnya Lulus?: Sebuah Renungan Bagiku & Rekan Sejawat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terkait

Lahir di Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, 29 Oktober 1992. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di kota kelahiran lalu menyelesaikan pendidikan tingginya pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. dr. Rifan mendapatkan medali Emas pada Olimpiade Kedokteran Regional Sumatera Pertama untuk cabang Kardiovaskular-Respirologi dan menghantarkan dirinya menjadi Peringkat 1 Mahasiswa Berprestasi Universitas Syiah Kuala pada tahun 2013. Pada tahun 2014, ia mendapatkan penghargaan Peringkat 1 Mahasiswa Kedokteran Berprestasi Se-Sumatera dari ISMKI Wilayah I. Di tahun 2019, dr. Rifan mendapatkan penghargaan peserta terbaik 1 dalam Latihan Dasar CPNS Angkatan 3 Tahun 2019 di LPMP Sumatera Utara. dr. Rifan juga mendapat penghargaan peserta terbaik 1 dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan 4 tahun 2024 di PPSDM Kemendagri Regional Bukittinggi. Proyek Aksi Perubahan Kinerja Organisasi dr. Rifan pada PKA tersebut yang berjudul Departemen Pengalaman Pasien RSUD Aek Kanopan (DEPAN RS) juga mendapat peringkat 1 Lomba Inovasi OPD Tingkat Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2025. dr. Rifan terpilih untuk mengikuti pelatihan Reformers Academy Batch 2 dari Lembaga Administrasi Negara dan KTM Solusions. Selain itu, dr. Rifan juga aktif menulis artikel kedokteran dan kesehatan baik pada situs pribadi drrifan.id dan beberapa situs lainnya. Di samping itu beliau juga sedang mengembangkan beberapa pelatihan yaitu Pelatihan Teknik Belajar dan Public Speaking untuk Pelayanan Kesehatan Prima (Public Speaking for Healthcare Service Excellent).