Akhirnya Lulus?: Sebuah Renungan Bagiku & Rekan Sejawat

Dalam perjalanan panjang ke depan, apapun rintangan yang akan kita hadapi jangan biarkan hati kita tertutupi.

Tanpa hati, kita tidak dapat merasakan penderitaan atau sukacita pasien kita. Tanpa hati, percayalah kita akan tergantikan. Dalam perjalan kita, kemungkinan kita akan menemukan kembali suatu “hutan” yang lebih gelap dari pada sebelumnya dimana di dalamnya terdapat binatang-binatang birokrasi atau korporasi yang siap menerkam kita kapan saja. Jangan biarkan mereka melemahkan keberanian kita. Keberanian untuk berdiri dan berjuang terhadap apa yang kita percaya. Keberanian untuk berpikir di luar kotak, keberanian untuk mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan terkait ide dan keyakinan. Keberanian untuk hidup dengan penuh semangat. Keberanian untuk menentukan pilihan dan menghadapi apapun konsekuensi dari pilihan kita meskipun itu pahit.

Dalam perjalanan kita, kita harus memupuk kebijaksanaan. Bijaksana dalam menentukan kapan harus mengambil tindakan konvensional atau modern. Bijaksana dalam menentukan kapan harus menggunakan logika, intusi atau menggabungkan keduanya. Bijaksana dalam mempercayai hasil pemeriksaan pasien (hasil lab atau radiologi), perasaan pasien, atau keduanya. Semoga kita dapat menjadi orang yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Ingat kita belum benar-benar lulus. Mungkin banyak diantara kita akan menjalani upacara-upacara kelulusan selanjutnya tapi kelulusan sejati adalah dimana kita lulus ujian di dunia dan mendapatkan kehidupan kekal di surganya kelak. Aamiin ya robbal allamiin.

Pages: 1 2 3 4Show All

0 thoughts on “Akhirnya Lulus?: Sebuah Renungan Bagiku & Rekan Sejawat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terkait

Lahir di Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, 29 Oktober 1992. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di kota kelahiran lalu menyelesaikan pendidikan tingginya pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. dr. Rifan mendapatkan medali Emas pada Olimpiade Kedokteran Regional Sumatera Pertama untuk cabang Kardiovaskular-Respirologi dan menghantarkan dirinya menjadi Peringkat 1 Mahasiswa Berprestasi Universitas Syiah Kuala pada tahun 2013. Pada tahun 2014, ia mendapatkan penghargaan Peringkat 1 Mahasiswa Kedokteran Berprestasi Se-Sumatera dari ISMKI Wilayah I. Di tahun 2019, dr. Rifan mendapatkan penghargaan peserta terbaik 1 dalam Latihan Dasar CPNS Angkatan 3 Tahun 2019 di LPMP Sumatera Utara. dr. Rifan juga mendapat penghargaan peserta terbaik 1 dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan 4 tahun 2024 di PPSDM Kemendagri Regional Bukittinggi. Proyek Aksi Perubahan Kinerja Organisasi dr. Rifan pada PKA tersebut yang berjudul Departemen Pengalaman Pasien RSUD Aek Kanopan (DEPAN RS) juga mendapat peringkat 1 Lomba Inovasi OPD Tingkat Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2025. dr. Rifan terpilih untuk mengikuti pelatihan Reformers Academy Batch 2 dari Lembaga Administrasi Negara dan KTM Solusions. Selain itu, dr. Rifan juga aktif menulis artikel kedokteran dan kesehatan baik pada situs pribadi drrifan.id dan beberapa situs lainnya. Di samping itu beliau juga sedang mengembangkan beberapa pelatihan yaitu Pelatihan Teknik Belajar dan Public Speaking untuk Pelayanan Kesehatan Prima (Public Speaking for Healthcare Service Excellent).