Tanpa hati, kita tidak dapat merasakan penderitaan atau sukacita pasien kita. Tanpa hati, percayalah kita akan tergantikan. Dalam perjalan kita, kemungkinan kita akan menemukan kembali suatu “hutan” yang lebih gelap dari pada sebelumnya dimana di dalamnya terdapat binatang-binatang birokrasi atau korporasi yang siap menerkam kita kapan saja. Jangan biarkan mereka melemahkan keberanian kita. Keberanian untuk berdiri dan berjuang terhadap apa yang kita percaya. Keberanian untuk berpikir di luar kotak, keberanian untuk mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan terkait ide dan keyakinan. Keberanian untuk hidup dengan penuh semangat. Keberanian untuk menentukan pilihan dan menghadapi apapun konsekuensi dari pilihan kita meskipun itu pahit.
Dalam perjalanan kita, kita harus memupuk kebijaksanaan. Bijaksana dalam menentukan kapan harus mengambil tindakan konvensional atau modern. Bijaksana dalam menentukan kapan harus menggunakan logika, intusi atau menggabungkan keduanya. Bijaksana dalam mempercayai hasil pemeriksaan pasien (hasil lab atau radiologi), perasaan pasien, atau keduanya. Semoga kita dapat menjadi orang yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Ingat kita belum benar-benar lulus. Mungkin banyak diantara kita akan menjalani upacara-upacara kelulusan selanjutnya tapi kelulusan sejati adalah dimana kita lulus ujian di dunia dan mendapatkan kehidupan kekal di surganya kelak. Aamiin ya robbal allamiin.
Aamiin
Aamiin