Gen Kecerdasan Tidak Diturunkan Oleh Wanita

gen kecerdasan

Apakah Gen Kecerdasan di Turunkan Sepenuhnya oleh Wanita?

Kita sudah mengetahui terdapat beberapa jaringan gen yang menentukan kecerdasan. Namun, hal tersebut belum menjawab pertanyaan apakah gen kecerdasan diturunkan oleh wanita.

Premis yang menyatakan bahwa gen kecerdasan diturunkan oleh kromosom X berujung pada kesimpulan bahwa: gen tersebut diturunkan oleh wanita karena wanita memiliki sepasang kromosom X.

Seorang wanita atau ibu memang memiliki sepasang kromosom X akan tetapi kromosom X yang dimiliki oleh seorang anak tidaklah identik dengan salah satu kromosom X ibunya. Ibu memberikan hanya satu kromosom X untuk anak-anak mereka, dan anak-anak pada gilirannya menerima kromosom seks kedua (X atau Y) dari ayah mereka. Kedua kromosom X ibu tidaklah identik dan tidak sama sekali otomatis memberikan kemungkinan dua kali lipat mewarisi sifat tertentu.

Kutipan yang dituliskan pada situs-situs berita tersebut yang membuat seakan-akan fakta ilmiah telah membuktikan bahwa kecerdasan hanya diturunkan oleh seorang ibu adalah:

“Kecerdasan diyakini merupakan salah satu kondisi gen yang hanya dimiliki gen ibu. Studi laboratorium terhadap tikus yang dimodifikasi secara genetik pun membuktikan hal ini. Tikus-tikus yang telah disuntikkan gen ibu memiliki otak lebih besar dengan tubuh yang lebih kecil. Ukuran otak inilah yang membuat tikus-tikus menjadi lebih pintar.”

Dan lagi-lagi mereka salah dalam menyampaikan sebuah jurnal ilmiah. Penelitian yang dipublikasikan pada tahun 1996 tersebut menggunakan embrio tikus yang dengan metode mix cell (percampuran sel), beberapa embrio mendapatkan genom ganda paternal (ayah/Kromosom YY) dan beberapa lain mendapatkan genom ganda maternal (ibu/kromosom XX) . Beberapa bagian dari otak tikus yang berkembang dari embrio tersebut berkembang menjadi lebih besar dan beberapa bagian otak lainnya menunjukkan pola sebaliknya.

Barry E. Keverne seorang neurosaintis dari Universitas Cambridge yang merupakan seorang penulis senior publikasi di atas pada tahun 2013 menuliskan bahwa hasil dari kegagalan perkembangan otak pada embrio yang diberikan gen ganda paternal (ayah/kromosom Y) adalah ketika perkembangan otak mencapai dalam tahap perkembangan korteks. Akan tetapi bukan berarti gen paternal tidak memiliki pengaruh dalam perkembangan otak.

Daerah korteks otak merupakan daerah utama pembentuk kecerdasan seseorang. Daerah ini memiliki jaringan yang disebut sebagai substansia grisea yang memiliki peran kunci pada proses memori, atensi, kesadaran persepsi, pemikiran dan bahasa.

Kaverne juga menyatakan bahwa:

“Saat lahir, sel yang berasal dari gen paternal (ayah) berkontribusi sangat penting pada bagian otak yang penting untuk perkembagan prilaku (hipotalamus, daerah pre optik, nukleus basalis dari stria terminalis dan septum). Sampai saat ini kami belum dapat menemukan gen paternal pada korteks”

Jadi terang saja bagian korteks pada tikus yang diberikan gen ganda paternal tidak berkembang karena peran gen paternal utama bukan pada daerah tersebut. Dan bahkan peneliti menyampaikan bahwa mereka belum menemukan gen tersebut pada daerah korteks bukan menyatakan kesimpulan yang pasti bahwa tidak ada gen disana.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7

0 thoughts on “Gen Kecerdasan Tidak Diturunkan Oleh Wanita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terkait

Lahir di Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, 29 Oktober 1992. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di kota kelahiran lalu menyelesaikan pendidikan tingginya pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. dr. Rifan mendapatkan medali Emas pada Olimpiade Kedokteran Regional Sumatera Pertama untuk cabang Kardiovaskular-Respirologi dan menghantarkan dirinya menjadi Peringkat 1 Mahasiswa Berprestasi Universitas Syiah Kuala pada tahun 2013. Pada tahun 2014, ia mendapatkan penghargaan Peringkat 1 Mahasiswa Kedokteran Berprestasi Se-Sumatera dari ISMKI Wilayah I. Di tahun 2019, dr. Rifan mendapatkan penghargaan peserta terbaik 1 dalam Latihan Dasar CPNS Angkatan 3 Tahun 2019 di LPMP Sumatera Utara. dr. Rifan juga mendapat penghargaan peserta terbaik 1 dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan 4 tahun 2024 di PPSDM Kemendagri Regional Bukittinggi. Proyek Aksi Perubahan Kinerja Organisasi dr. Rifan pada PKA tersebut yang berjudul Departemen Pengalaman Pasien RSUD Aek Kanopan (DEPAN RS) juga mendapat peringkat 1 Lomba Inovasi OPD Tingkat Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2025. dr. Rifan terpilih untuk mengikuti pelatihan Reformers Academy Batch 2 dari Lembaga Administrasi Negara dan KTM Solusions. Selain itu, dr. Rifan juga aktif menulis artikel kedokteran dan kesehatan baik pada situs pribadi drrifan.id dan beberapa situs lainnya. Di samping itu beliau juga sedang mengembangkan beberapa pelatihan yaitu Pelatihan Teknik Belajar dan Public Speaking untuk Pelayanan Kesehatan Prima (Public Speaking for Healthcare Service Excellent).