Gen Kecerdasan Tidak Diturunkan Oleh Wanita

gen kecerdasan

Kesimpulan

Jadi, viralitas dengan tajuk utama gen kecerdasan diturunkan oleh seorang perempuan atau wanita belum memiliki bukti ilmiah.

Dan tulisan ini semata-mata saya buat bukan untuk merendahkan dan memancing kemarahan para wanita ataupun para ibu yang mungkin telah berprasangka bahwa kecerdasan di dunia ini dibawa oleh gen wanita (kromosom X).

Saya bahkan sangat setuju dengan sebuah syair, bahwa:

Karena Wanita Diciptakan Dari Tulang Rusuk Laki-laki

Bukan dari tulang ubun ia dicipta, sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja.

Tak juga dari tulang kaki, karena nista menjadikannya diinjak dan di perbudak.

Tetapi dari tulang rusuk kiri, dekat ke hati untuk dicintai, dekat ke tangan untuk dilindungi.

 

Saya hanya berusaha untuk meluruskan suatu pendapat yang berkembang pesat di masyarakat akan tetapi tidak memiliki bukti ilmiah yang cukup akurat.

Judul-judul postingan diwebsite terkait dengan “penelitian terbaru menyatakan gen kecerdasan diturunkan oleh wanita” menurut saya semata-mata dibuat untuk menjadi viral, mendapatkan klik pengunjung serta share dari pengunjung.

Jikakalau ada pembaca tulisan saya yang menemukan rujukan akurat terkait dengan topik gen kecerdasan yang diturun oleh wanita maka saya mohon untuk kritik dan sarannya sehingga saya bisa mengklarifikasi tulisan saya ini menjadi lebih baik.

Saya hanya Hamba Allah SWT , Saya hanya manusia, yang takkan pernah luput dari salah, khilaf, dan lupa dan hanya Allah SWT  yang Maha Mengetahui.

Wallahu A’lam Bishawab.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7Show All

0 thoughts on “Gen Kecerdasan Tidak Diturunkan Oleh Wanita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terkait

Lahir di Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, 29 Oktober 1992. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di kota kelahiran lalu menyelesaikan pendidikan tingginya pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. dr. Rifan mendapatkan medali Emas pada Olimpiade Kedokteran Regional Sumatera Pertama untuk cabang Kardiovaskular-Respirologi dan menghantarkan dirinya menjadi Peringkat 1 Mahasiswa Berprestasi Universitas Syiah Kuala pada tahun 2013. Pada tahun 2014, ia mendapatkan penghargaan Peringkat 1 Mahasiswa Kedokteran Berprestasi Se-Sumatera dari ISMKI Wilayah I. Di tahun 2019, dr. Rifan mendapatkan penghargaan peserta terbaik 1 dalam Latihan Dasar CPNS Angkatan 3 Tahun 2019 di LPMP Sumatera Utara. dr. Rifan juga mendapat penghargaan peserta terbaik 1 dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan 4 tahun 2024 di PPSDM Kemendagri Regional Bukittinggi. Proyek Aksi Perubahan Kinerja Organisasi dr. Rifan pada PKA tersebut yang berjudul Departemen Pengalaman Pasien RSUD Aek Kanopan (DEPAN RS) juga mendapat peringkat 1 Lomba Inovasi OPD Tingkat Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2025. dr. Rifan terpilih untuk mengikuti pelatihan Reformers Academy Batch 2 dari Lembaga Administrasi Negara dan KTM Solusions. Selain itu, dr. Rifan juga aktif menulis artikel kedokteran dan kesehatan baik pada situs pribadi drrifan.id dan beberapa situs lainnya. Di samping itu beliau juga sedang mengembangkan beberapa pelatihan yaitu Pelatihan Teknik Belajar dan Public Speaking untuk Pelayanan Kesehatan Prima (Public Speaking for Healthcare Service Excellent).